Jumlah caleg perempuan tertinggi di Jabar

Senin, 04 November 2013 - 13:52 WIB
Jumlah caleg perempuan...
Jumlah caleg perempuan tertinggi di Jabar
A A A
Sindonews.com - Prosentase jumlah calon anggota legislatif (caleg) perempuan di Jawa Barat rata-rata hanya 25 persen dari seluruh caleg yang ada. Meski begitu, jumlah itu dinilai relatif lebih tinggi dibanding provinsi lain.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mengatakan prosentase caleg perempuan di 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat memang berbeda. Ada yang di atas dan di bawah 30 persen.

"Tapi di Jawa Barat termasuk tinggi 25 persen itu, termasuk papan atas," kata Aher, di Hotel Grand Royal Panghegar, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (4/11/2013).

Menurutnya, di provinsi lain di Indonesia belum ada yang rata-rata calegnya mencapai kuota 30 persen. "Jadi Jawa Barat ini termasuk tinggi dibanding provinsi lain," jelasnya.

Aher mengatakan, keberadaan caleg perempuan sangat penting agar nantinya mereka bisa memperjuangkan kepentingan perempuan di legislatif nanti.

"Anggota legislatif perempuan tu sangat penting hadir di ruangan legislatif, di ruang pengambil keputusan supaya keberpihakan kepada perempuan ada yang memperjuangkan," tuturnya.

Ia sendiri menyimpan kekhawatiran jika tidak ada perempuan yang tidak jadi anggota legislatif. "Laki-laki juga banyak yang memperjuangkan (hak kaum perempuan). Tapi khawatir laki-laki lupa memperjuangkan. Kalau perempuan masa lupa dengan hak-haknya sendiri, enggak mungkin kan," ucapnya.

Beberapa kebijakan atau hak yang berkaitan dengan perempuan itu adalah pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan kesehatan. Hal itu yang kemudian harus diperjuangkan.

Sementara soal peta persaingan, Aher menyebut meski kuota caleg perempuan idealnya 30 persen, belum tentu yang terpilih nanti akan 30 persen. Peta persaingan perebutan kursi pun akan semakin ketat.

Perempuan dituntut memiliki strategi untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya agar terpilih sebagai anggota legislatif. "Caleg perempuan harus berjuang, ini persaingan yang ketat," tegasnya.

Setidaknya, caleg perempuan harus bisa 'mengamankan' suara dari kaum perempuan. Bahkan caleg harus perempuan harus bisa 'merebut' suara kaum laki-laki.

"Saya kira asal mengartikulasikan program politiknya, program kerjanya ke depan, saya kira masyarakat akan tertarik dengan caleg perempuan," tandas Aher.
(rsa)
Berita Terkait
Perindo Pakai Logo Baru...
Perindo Pakai Logo Baru Hadapi Pemilihan Legislatif 2024
PUAN Dukung Keterwakilan...
PUAN Dukung Keterwakilan Perempuan di Pemilihan Legislatif 2024
Target Menang Pemilihan...
Target Menang Pemilihan Legislatif, PKS Pangkep Gaet Kaum Muda
PKS Sulsel Target 147...
PKS Sulsel Target 147 Kursi di Pemilihan Legislatif 2024
Laporan Kecurangan Pemilu...
Laporan Kecurangan Pemilu Dihentikan Bawaslu, Lydia Fransisca Tempuh Jalur Lain
Pencoretan Nama Irman...
Pencoretan Nama Irman Gusman dari Daftar Caleg Dinilai Langgar Asas Hukum
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
1 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
8 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
8 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
8 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved