Polisi gelar rekonstruksi pembunuhan 2 balita di Semarang
Kamis, 31 Oktober 2013 - 13:36 WIB
Polisi gelar rekonstruksi pembunuhan 2 balita di Semarang
A
A
A
Sindonews.com - Dua pelaku pembunuhan balita di Semarang, Ahmad Musa (28) dan Abdul Rohman (29) melakukan reka ulang.
Dalam reka ulang itu, polisi menggunakan dua boneka sebagai pengganti dua balita yang tewas akibat pukulan linggis.
Adegan pertama, Musa sebagai pelaku utama terlihat tepergok ketika hendak masuk kamar utama oleh Murni pengasuh dua balita itu.
Musa sempat ditegur, kemudian duduk di ruang tamu. Lalu Musa mengajak Murni masuk kamar dan melakukan aksi penyerangan dengan menggunakan linggis. Musa kemudian menyuruh Rohman membekap Murni dengan bantal.
Saat menganiaya Murni, dua balita yang sedang tidur terbangun. Musa yang panik, kemudian memukul dua balita itu dengan linggis. Balita yang lebih kecil dipukul dua kali kepalanya dengan linggis, sedangkan kakaknya, dipukul sekali.
Setelah melumpuhkan para penghuni rumah itu, Musa melancarkan aksi mencari perhiasan dan barang berharga di TKP. Mereka datang ke TKP menggunakan ojek, termasuk saat kabur dari TKP.
"Saya ajak Murni ke kamar. Di situ saya pukul kepalanya pakai linggis. Yang balita saya pukul pas bangun, saat itu mereka lagi tidur," kata Musa.
Rekonstruksi digelar di Mapolsek Tembalang, bukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk pertimbangan keamanan dan sisi psikologis keluarga.
Pelaku Murni diperankan oleh penjaga kantin Polsek Tembalang, Sutini. Peran pengganti disebabkan Murni sejauh ini masih dalam perawatan di RSUP Kariyadi.
Kapolsek Tembalang, AKP Wahyu Broto mengatakan rekonstruksi dilakukan agar penyidik mempunyai gambaran jelas terjadinya tindak pidana.
"Murni belum bisa dimintai keterangan. Ini proses terakhir untuk kelengkapan berkas, sebelum kami serahkan ke kejaksaan," katanya.
Semua pelaku melakukan 24 adegan, adegan ke- 20 dan 21 adalah adegan menganiaya balita.
"Musa tersangka utama, yang memukul korban hingga meninggal dunia. Pelaku Rohman mengawasi dan membekap korban Murni," tambahnya.
Insiden itu sebelumnya terjadi Kamis (10/10) di rumah korban Jalan Mulawarman, RT 01/RW01, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Dua balita yang jadi korban Kanaya Nadin Aulia Zahrani Wiyono (2,5) dan Keanu Rifky Antosena Wiyono (1).
Dalam reka ulang itu, polisi menggunakan dua boneka sebagai pengganti dua balita yang tewas akibat pukulan linggis.
Adegan pertama, Musa sebagai pelaku utama terlihat tepergok ketika hendak masuk kamar utama oleh Murni pengasuh dua balita itu.
Musa sempat ditegur, kemudian duduk di ruang tamu. Lalu Musa mengajak Murni masuk kamar dan melakukan aksi penyerangan dengan menggunakan linggis. Musa kemudian menyuruh Rohman membekap Murni dengan bantal.
Saat menganiaya Murni, dua balita yang sedang tidur terbangun. Musa yang panik, kemudian memukul dua balita itu dengan linggis. Balita yang lebih kecil dipukul dua kali kepalanya dengan linggis, sedangkan kakaknya, dipukul sekali.
Setelah melumpuhkan para penghuni rumah itu, Musa melancarkan aksi mencari perhiasan dan barang berharga di TKP. Mereka datang ke TKP menggunakan ojek, termasuk saat kabur dari TKP.
"Saya ajak Murni ke kamar. Di situ saya pukul kepalanya pakai linggis. Yang balita saya pukul pas bangun, saat itu mereka lagi tidur," kata Musa.
Rekonstruksi digelar di Mapolsek Tembalang, bukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk pertimbangan keamanan dan sisi psikologis keluarga.
Pelaku Murni diperankan oleh penjaga kantin Polsek Tembalang, Sutini. Peran pengganti disebabkan Murni sejauh ini masih dalam perawatan di RSUP Kariyadi.
Kapolsek Tembalang, AKP Wahyu Broto mengatakan rekonstruksi dilakukan agar penyidik mempunyai gambaran jelas terjadinya tindak pidana.
"Murni belum bisa dimintai keterangan. Ini proses terakhir untuk kelengkapan berkas, sebelum kami serahkan ke kejaksaan," katanya.
Semua pelaku melakukan 24 adegan, adegan ke- 20 dan 21 adalah adegan menganiaya balita.
"Musa tersangka utama, yang memukul korban hingga meninggal dunia. Pelaku Rohman mengawasi dan membekap korban Murni," tambahnya.
Insiden itu sebelumnya terjadi Kamis (10/10) di rumah korban Jalan Mulawarman, RT 01/RW01, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Dua balita yang jadi korban Kanaya Nadin Aulia Zahrani Wiyono (2,5) dan Keanu Rifky Antosena Wiyono (1).
(lns)