Jokowi menolak temui perwakilan buruh

Kamis, 31 Oktober 2013 - 10:12 WIB
Jokowi menolak temui...
Jokowi menolak temui perwakilan buruh
A A A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menegaskan tidak akan menemui dan berdialog dengan para buruh sebelum angka komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang diajukan jelas dan logis.

"Ketemu untuk apa? Bincang-bincang tidak jelas. Ketemu itu ya harus ada bahan, artinya komponen KHL berapa, ketemu angka dari mana? Jadi ada ada bahan berbincang," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Menurut Jokowi, persoalan UMP 2014 itu diserahkan kepada Dewan Pengupahan yang didalamnya terdapat tiga unsur dari pengusaha, pemerintah dan juga buruh.

"Itu keputusan Dewan Pengupahan, saya hanya menandatangi nanti kalau sudah disepakati," jelasnya.

Jokowi juga mengaku belum mengetahui hitung-hitungan para buruh yang menuntut UMP 2014 sebesar Rp3,7 juta. "Saya tidak mengerti, mereka (buruh) dapat angka itu dari mana," tanyanya.

Mantan Wali kota Solo ini mengatakan tidak bisa mengikuti terus keinginan buruh terkait kenaikan upah. Pasalnya, tuntuan itu harus dilihat dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi.

"Masak saya ngikuti itu terus. Kita harus melihat kondisi ekonomi seperti apa, semua harus dilihat, logikanya masuk apa enggak," cetusnya.

Perlu diketahui, Rapat penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2014 yang digelar Dewan Pengupahan terpaksa ditunda lantaran enam dari tujuh perwakilan buruh tidak datang.

Menjawab hal itu, Sekretaris Jenderal Forum Buruh DKI, Muhammad Toha, angkat suara. Ia mengatakan, pihaknya tidak akan mengikuti rapat penetapan UMP 2014 sebelum dipertemukan dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

"Kami tidak mau hadir dalam sidang penetapan, sampai ketemu dan berdiskusi sama pak gubernur," katanya saat dihubungi Sindonews, Rabu (30/10).
(ysw)
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Upah Buruh Provinsi...
Upah Buruh Provinsi di Indonesia
Daftar UMP 2026 di 36...
Daftar UMP 2026 di 36 Provinsi, Siapa Paling Besar?
Aksi Tolak Upah Minimum...
Aksi Tolak Upah Minimum DIY
Ratusan Buruh Tuntut...
Ratusan Buruh Tuntut PT APS Bayar Upah Sesuai UMP
Beberapa Daerah Akan...
Beberapa Daerah Akan Tetap Naikan Upah Minimum Provinsi
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
24 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
34 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved