Laporan keuangan parpol masih amburadul

Rabu, 30 Oktober 2013 - 16:45 WIB
Laporan keuangan parpol...
Laporan keuangan parpol masih amburadul
A A A
Sindonews.com - Sejumlah partai politik masih belum melakukan standarisasi laporan keuangan partai. Sehingga, potensi terjadinya korupsi sangat tinggi karena tidak ada transpransi publik.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Faizal mengatakan, dari hasil studi di Yogyakarta ada sembilan parpol yang tidak menenuhi standar laporan keuangan partai.

Padahal, parpol adalah badan publik yang tentunya memiliki tanggung jawab ke publik.

"Laporan keuangan parpol tidak sesuai dengan standar akutansi yang ada. Padahal, undang-undang kan disebutkan bahwa parpol harus melaporkan kekuangannya baik pengeluaran maupun sumbernya," kata Faizal dalam diskusi Keterbukaan Informasi Parpol di Surabaya, Rabu (30/10/2013).

Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga poin yang diatur dalam undang-undang terebut. Yakni, neraca, kas parpol dan laporan realisasi. Tapi sebagaian parpol hanya melalui sebagian saja. Itupun, tidak sesuai dengan standar akutansi yang ada. Termasuk laporan sumber pendanaan parpol.

Sumber pendanaan parpol ada dari iuran anggota, sumbangan anggota, tokoh dan tentunyan juga sumber dari APBN dan APBD.

"Tapi hanya yang bersumber dari APBD dan APBN saja yang dilaporkan. sementara sumbangan-sumbangan lainnya tidak," katanya.

Pengaruhnya adalah potensi terjadinya KKN ketika tokoh atau kader tersebut duduk di sebuah lembaga publik. Artinya, para tokoh atau anggota parpol memiliki utang budi sehingga harus mengembalikan dalam bentuk uang.

Ketika sumber-sumber keuangan itu dilaporkan dan dikelola secara transparan maka masyarakat juga akan turut memantau. Apalagi di era saat ini adalah era keterbukaan informasi.

Sementara di level pusat, KPK masih belum melakukan studi. Sehinga masih belum ada data yang bisa dirilis. Tentunya, ada upaya-upaya KPK untuk masuk ke wilayah itu.

KHusus untuk Jawa Timur, KPK melakukan pendidikan Pemilih dan Pemilu yang beritegritas. "Saat itu kita lakukan sebelum pelaksanaan Pilgub," tukasnya.
(lns)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
3 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
5 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
7 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved