Antisipasi sweeping, ribuan polisi jaga pabrik
Senin, 28 Oktober 2013 - 09:44 WIB
Antisipasi sweeping, ribuan polisi jaga pabrik
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengamankan jalannya aksi konvoi buruh di Depok, 1.000 petugas gabungan dikerahkan. Buruh melakukan aksi mogok nasional untuk menuntut kenaikan upah minimum kota (UMK) sebesar 50 persen.
Kabagops Polresta Depok Kompol Suratno mengatakan, ribuan petugas yang dikerahkan untuk mengantisipasi aksi sweeping yang dilakukan buruh. Nantinya, 1.000 petugas gabungan dari TNI dan polisi ini akan berjaga disejumlah jalan, kawasan industri, dan pabrik-pabrik.
"Kami akan mengawal konvoi buruh yang akan mendatangi pabrik-pabrik tersebut. Kami berharap aksi buruh berlangsung tertib," ungkapnya di Depok, Senin (28/10/2013).
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Depok Sugino mengatakan pihaknya tetap meminta tuntutan buruh nasional yakni kenaikan upah 50 persen. Para buruh tidak sepakat jika harus mengikuti Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebab akan lebih rendah dari UMK tahun lalu yakni Rp 2.042.000.
"Tentu kami akan mempertimbangkan upah di daerah lain juga, kalau yang lain sudah kepala tiga, tentu kami maunya sama," tegas Sugino.
Ratusan buruh Depok bersiap untuk menggelar konvoi keliling untuk menyampaikan tuntutan 50 persen kenaikan Upah Minimum Kota (UMK). Para buruh sudah mulai terlihat berkumpul di Jalan Juanda, Depok.
Rute yang akan dilalui yakni Jalan Juanda, Jalan Raya Bogor, Cilangkap, Jalan Tole Iskandar, dan Jalan Margonda. Pengguna jalan diimbau untuk mencari alternatif untuk menghindari kemacetan.
Kabagops Polresta Depok Kompol Suratno mengatakan, ribuan petugas yang dikerahkan untuk mengantisipasi aksi sweeping yang dilakukan buruh. Nantinya, 1.000 petugas gabungan dari TNI dan polisi ini akan berjaga disejumlah jalan, kawasan industri, dan pabrik-pabrik.
"Kami akan mengawal konvoi buruh yang akan mendatangi pabrik-pabrik tersebut. Kami berharap aksi buruh berlangsung tertib," ungkapnya di Depok, Senin (28/10/2013).
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Depok Sugino mengatakan pihaknya tetap meminta tuntutan buruh nasional yakni kenaikan upah 50 persen. Para buruh tidak sepakat jika harus mengikuti Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebab akan lebih rendah dari UMK tahun lalu yakni Rp 2.042.000.
"Tentu kami akan mempertimbangkan upah di daerah lain juga, kalau yang lain sudah kepala tiga, tentu kami maunya sama," tegas Sugino.
Ratusan buruh Depok bersiap untuk menggelar konvoi keliling untuk menyampaikan tuntutan 50 persen kenaikan Upah Minimum Kota (UMK). Para buruh sudah mulai terlihat berkumpul di Jalan Juanda, Depok.
Rute yang akan dilalui yakni Jalan Juanda, Jalan Raya Bogor, Cilangkap, Jalan Tole Iskandar, dan Jalan Margonda. Pengguna jalan diimbau untuk mencari alternatif untuk menghindari kemacetan.
(ysw)