Beratnya masalah hidup, banyak warga Depok yang stres
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 09:55 WIB
Beratnya masalah hidup, banyak warga Depok yang stres
A
A
A
Sindonews.com - Tuntutan ekonomi menyebabkan masyarakat mengalami stres dan berujung sakit jiwa. Tidak heran masyarakat di Depok banyak yang menderita gangguan kejiwaan berat.
Dikatakan, banyak warga Depok yang langsung pergi ke rumah sakit jiwa (RSJ), padahal bisa diobati secara umum terlebih dahulu.
"Ternyata banyak masyarakat di Depok yang mengalami gangguan kejiwaan berat. Cuma, banyak mereka langsung dirujuk ke RSJ. Padahal, di RSUD mampu menanganinya. Kita butuh ruang perawatan sakit jiwa," kata Psikiater RSUD Depok, dr Diana Papayungan, Sabtu (26/10/2013).
Diana menuturkan, saat ini banyak masyarakat Depok yang mengalami Skizofrenia Paranoia. Penyebabnya Biopsikososial atau komplek dari gen, kejiwaan dan sosial (lingkungan, kemiskinan, masalah hidup dst). Hanya saja, masyarakat sangat sedikit yang berobat ke RSUD. Biasanya, dalam satu hari rata-rata hanya 30 pasien atau pengunjung.
"Kita masih kekurangan pasien rawat jalan. Sementara, banyak masyarakat yang langsung dirujuk ke RSJ Cilendek-Bogor atau di Grojol-Jakarta. Daripada langsung dirujuk dan menggunakan dana dari Jamkesda, lebih baik dibangun saja ruang perawatan khusus gangguan jiwa berat," paparnya.
Selama ini RSUD melayani rawat jalan. Dirinya optimis bisa menangani pasien tersebut. Terlebih lagi, jika ada ruang rawat inap bagi penderita gangguan kejiwaan berat. "Kita mampu menangani pasien ini dan lebih baikk dengan langkah preventif," ujarnya.
Sementara itu, Manager of Duty RSUD Depok, Yuyun Purnawa, menuturkan pihaknya hanya menerima rawat jalan dan tidak ada inap pasien. Pasalnya, standar rumah sakit. Dia menilai kondisi riil masyarakat Depok sudah saatnya memiliki ruang rawat inap bagi penderita gangguan jiwa berat.
"Yang kita butuhkan saat ini adalah ruang rawat inap penderita gangguan jiwa berat," harapnya.
Dikatakan, banyak warga Depok yang langsung pergi ke rumah sakit jiwa (RSJ), padahal bisa diobati secara umum terlebih dahulu.
"Ternyata banyak masyarakat di Depok yang mengalami gangguan kejiwaan berat. Cuma, banyak mereka langsung dirujuk ke RSJ. Padahal, di RSUD mampu menanganinya. Kita butuh ruang perawatan sakit jiwa," kata Psikiater RSUD Depok, dr Diana Papayungan, Sabtu (26/10/2013).
Diana menuturkan, saat ini banyak masyarakat Depok yang mengalami Skizofrenia Paranoia. Penyebabnya Biopsikososial atau komplek dari gen, kejiwaan dan sosial (lingkungan, kemiskinan, masalah hidup dst). Hanya saja, masyarakat sangat sedikit yang berobat ke RSUD. Biasanya, dalam satu hari rata-rata hanya 30 pasien atau pengunjung.
"Kita masih kekurangan pasien rawat jalan. Sementara, banyak masyarakat yang langsung dirujuk ke RSJ Cilendek-Bogor atau di Grojol-Jakarta. Daripada langsung dirujuk dan menggunakan dana dari Jamkesda, lebih baik dibangun saja ruang perawatan khusus gangguan jiwa berat," paparnya.
Selama ini RSUD melayani rawat jalan. Dirinya optimis bisa menangani pasien tersebut. Terlebih lagi, jika ada ruang rawat inap bagi penderita gangguan kejiwaan berat. "Kita mampu menangani pasien ini dan lebih baikk dengan langkah preventif," ujarnya.
Sementara itu, Manager of Duty RSUD Depok, Yuyun Purnawa, menuturkan pihaknya hanya menerima rawat jalan dan tidak ada inap pasien. Pasalnya, standar rumah sakit. Dia menilai kondisi riil masyarakat Depok sudah saatnya memiliki ruang rawat inap bagi penderita gangguan jiwa berat.
"Yang kita butuhkan saat ini adalah ruang rawat inap penderita gangguan jiwa berat," harapnya.
(rsa)