Kesal dengan orang tua, anak dalangi pembobolan rumah

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 09:35 WIB
Kesal dengan orang tua,...
Kesal dengan orang tua, anak dalangi pembobolan rumah
A A A
Sindonews.com - Merasa ditelantarkan orang tua, seorang remaja di Pekalongan, mendalangi pencurian di rumahnya sendiri bersama tiga kawannya. Aksi tersebut dilakukan saat rumah sedang sepi.

Adalah Fernando Wijaya (17), warga Kelurahan Kertoharjo Pekalongan Selatan yang menjadi dalang pencurian di rumah Wiwik Rofikoh, orang tua tirinya.

Dalam melakukan aksinya, dia mengajak tiga kawannya yakni Syahrul Ni’am (27), warga Kelurahan Kradenan, Hermansyah (23), warga Kelurahan Kradenan dan Nasrudin (17), warga Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan. Dari aksi mereka, sejumlah barang berhasil digondol, seperti dua unit sepeda motor, 50 gram emas, satu unit handycam, beberapa unit HP, dan uang ratusan ribu rupiah.

“Saya jarang diberi uang dan tidak diperhatikan di keluarga, saya menjadi anak tiri merasa marah dan karena tidak punya uang akhirnya nekat menyuruh teman- teman untuk mencuri di rumah,” jelas Fernando di hadapan petugas, Jumat (25/10/2013).

Aksi mereka sendiri terungkap saat para tersangka akan menjual emas pada seorang pembeli emas di Jalan Hasanudin, Kota Pekalongan. Saat itu, pembeli menanyakan surat kepada Fernando.

Karena curiga emas yang dijual dalam jumlah besar, pembeli itupun kemudian melaporkan pejualan emas tersebut ke polsek terdekat. Keempat pelaku akhirnya diamankan petugas Satreskrim Polres Pekalongan Kota tanpa perlawanan. Dari situlah terungkap bahwa emas tersebut hasil curian di rumah Wiwi Rofikoh, warga Kradenan, Pekalongan selatan.

Sementara itu, tersangka lainnya, Syahrul Ni`am, mengaku jika aksi tersebut dilakukan lantaran Fernando membujuknya untuk melakukan pencurian di rumahnya. Pencurian sendiri dilakukan saat rumah dalam keadaan sepi karena ditinggal orang tua Fernando, untuk mengantarkan saudaranya yang jemaah haji.

“Saya disuruh Fernando untuk mengambil barang- barang berharga di rumahnya sendiri, termasuk dua sepeda motor. Seluruh barang akan dijual, tapi belum sempat transaksi sudah keburu ketangkap,“ jelas Syahrul tertunduk lesu.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Rifki, menyebutkan kawanan penjahat ini ditangkap berkat informasi dari masyarakat.

“Modus operandi kawanan ini adalah berawal dari kekesalan tersangka Fernando karena tidak diperhatikan keluarga . Dia kemudian mendalangi pencurian di rumahnya sendiri,“ jelas Kapolres.

Saat ini keempat tersangka ditahan di Mapolres Pekalongan untuk mempertanggungjawabakan perbuatannya. Keempatnya di jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
(rsa)
Berita Terkait
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Google Nyerah Hadapi...
Google Nyerah Hadapi Malware Joker, Dihapus Tetap Saja Mengancam
Cermati, Ini 8 Cara...
Cermati, Ini 8 Cara Hindari Kejahatan Skimming ATM
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Polisi Lumpuhkan Pelaku...
Polisi Lumpuhkan Pelaku Pencurian Motor
Terlibat Pencurian Ikan...
Terlibat Pencurian Ikan Ilegal, 24 Nelayan Vietnam Dideportasi
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
1 jam yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
1 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
4 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
5 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved