Prekursor bisa diekstrak jadi sabu-sabu

Kamis, 24 Oktober 2013 - 04:19 WIB
Prekursor bisa diekstrak...
Prekursor bisa diekstrak jadi sabu-sabu
A A A
Sindonews.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah meminta pengawasan terhadap prekursor atau bahan dasar pembuat obat tidak dijual bebas. Karena, beberapa prekursor bisa diekstrak menjadi narkotika jenis sabu–sabu maupun psikotropika.

Kepala BNNP Jawa Tengah Kombes Pol Soetarmono mengatakan, di Jawa Tengah terdapat 20 pabrik pembuatan obat. Prekursor memang resmi digunakan dalam proses industri dan sebagian besar diperdagangkan secara internasional.

“Ada bahan dari luar negeri, pseudo ephedrine, obat flu dari luar negeri, Korea dan Thailand. 150 ribu tablet bisa diekstrak jadi 6 Kg sabu–sabu,” ungkapnya saat ditemui wartawan, di kantornya, Rabu (23/10/2013).

Bahan ini, memang tidak berada dalam pengawasan khusus. Namun ekspor dan impor, serta pasokan terhadap perorangan maupun perusahaan yang bukan untuk industri, patut diduga ada penyelewengan. Artinya, disalah gunakan menjadi bahan dasar membuat narkotika.

Pengawasan terhadap prekursor, selain dilakukan pihaknya, juga dilakukan pihak lain. Di antaranya Polri, Kementerian Kesehatan, hingga balai Pom. Jika pengawasan lemah, tak menutup kemungkinan produksi sabu–sabu dari penyimpangan prekursor ini bisa dilakukan.

Terkait peredaran narkotika, khususnya sabu–sabu di Jawa Tengah, Soetarmono mengakui cukup sulit memberantasnya. Para oknum peredaran gelap ini tentu saja terus memanfaatkan celah–celah penyelundupan.

“Misalnya di bandara internasional. Walaupun sudah ada tim custom dari bea cukai yang mengawasi. Nyatanya peredaran domestik terus ada. Barang yang kami tangkap, ternyata lebih kecil dari yang beredar,” tambahnya.

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan terhitung sejak Januari hingga September tahun ini, pihaknya telah menyita barang bukti sabu–sabu seberat 1.721,511 gram. Selain itu, juga 14.507,43 gram ganja, 1,35 gram heroin, 17,25 butir ekstasi, dan 383 butir obat psikotropika.

“Beberapa kali kami tangkap penyalahgunaan menggunakan jalur darat. Seperti di Bawen itu, lalu di Brebes. Sampai di Semarang ini. Upaya preventif dan pengawasan harus terus ditingkatkan, tak terkecuali di jalur darat ini. Bisa bus kota antarprovinsi hingga menggunakan kereta api," timpalnya.
(san)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
14 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
20 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
33 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved