DPRD Jabar catat 3 masalah di Kecamatan Beji

Minggu, 20 Oktober 2013 - 17:07 WIB
DPRD Jabar catat 3 masalah...
DPRD Jabar catat 3 masalah di Kecamatan Beji
A A A
Sindonews.com - Sebagai kota yang bernaung di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), Depok masih memiliki sejumlah permasalahan. Namun semua masalah tak seluruhnya dapat tersalurkan dengan baik sehingga ada solusi yang baik.

Untuk Kecamatan Beji saja setidaknya ada tiga permasalahan yang dikeluhkan warga kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Imam Budi Hartono.

Saat kunjungannya untuk bertemu dengan konstituen, Imam mencatat tiga permasalahan yang ada di Beji. Yaitu, longsor Kali Ciliwung kemudian kurang perhatiannya anak yatim di lingkungan tersebut. Serta sarana bermain umum untuk anak sebagai perwujudan Depok Kota Layak Anak (KLA).

"Permasalahan itu sudah saya tampung. Dan tentunya akan saya bawa ke provinsi. Dan perlu dicarikan jalan keluar tentunya," kata politikus Partai Keadilan sejahtera (PKS) ini di Depok, Minggu (20/10/2013).

Anggota Komisi D DPRD Jabar itu menuturkan, sudah ada beberapa alternatif jalan keluar dari aspirasi warga yang disampaikan langsung padanya.

"Untuk Kali Ciliwung kita atasi dengan melakukan penanaman pohon buah. Selain mencegah longsor, hasil dari tanaman itu dapat dimanfaatkan warga," ujarnya.

Nantinya, produksi buah yang dihasilkan dapat diolah untuk kebutuhan masyarakat. Bahkan diharapkan dapat dijadikan bahan utama pembuatan makanan buatan rumah (home industry).

Untuk bantuan pada anak yatim, dirinya mengaku, akan berkoordinasi dengan pusat mengentaskan masalah ini. "Kita usahakan agar mendapat bantuan. Toh mereka juga warga kita," tukasnya.

Imam yang kembali maju sebagai calon legislatif DPRD Jabar menambahkan, permasalahan ruang bermain anak saat ini memang terbatas. Terlihat dari mewabahnya bangunan permanen tinggi sehingga Depok dihiasi oleh pusat perbelanjaan.

Tempat-tempat itu tentunya tidak dapat dinikmati secara cuma-cuma oleh anak-anak. Sehingga dirinya mengusulkan agar dibangun sarana bermain anak.

"Jika ada usulan lahan yang akan dijual warga bisa dilaporkan ke pemda agar diusulkan sbg alternatif pembebasan lahan. Yang nantinya akan dijadikan sarana bermain anak," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Sah! APBD Depok 2024...
Sah! APBD Depok 2024 Capai Rp4,2 Triliun
Anggota DPRD Depok Banyak...
Anggota DPRD Depok Banyak Bolos Paripurna, Masyarakat Geruduk Ruang Sidang
Heboh Menu Tambahan...
Heboh Menu Tambahan Stunting di Depok Hanya Nasi, Kuah, dan Tahu, DPRD: Tak Layak!
Aksi Menghukum Sopir...
Aksi Menghukum Sopir Truk Viral, Anggota DPRD Depok: Saya Minta Maaf, Itu Didasari Laporan Warga
DPRD Panggil Dinkes...
DPRD Panggil Dinkes Depok Terkait Menu Makanan Cegah Stunting Nasi, Kuah, dan Tahu
Tuai Polemik, Dinkes...
Tuai Polemik, Dinkes Depok Evaluasi Menu Makanan Tambahan Stunting Hanya Nasi, Kuah, dan Tahu
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved