Fraksi PKS: Wajar Garut dianggap daerah tertinggal

Rabu, 16 Oktober 2013 - 17:24 WIB
Fraksi PKS: Wajar Garut...
Fraksi PKS: Wajar Garut dianggap daerah tertinggal
A A A
Sindonews.com – Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Garut Wawan Kurnia menilai wajar jika Garut dianggap sebagai daerah tertinggal. Pasalnya, masih banyak keluhan dari masyarakat terkait akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya di daerah Garut.

“Bukannya apa-apa, dari dapil (Daerah Pemilihan) saya di kawasan Garut Selatan, sampai sekarang ini masih banyak keluhan-keluhan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pembangunan infrakstrukturnya. Jangan hanya memperhatikan kawasan perkotaan saja, coba lihat daerah pelosok,” katanya, Rabu (16/10/2013).

Menurutnya, pemerataan tenaga di bidang pendidikan dan kesehatan selama ini masih dianggap sebagai wacana dan retorika pemerintah. Pembangunan RSUD Pameungpeuk yang ditujukan untuk mengimbangi masalah kesenjangan di bidang pelayanan kesehatan untuk masyarakat Garut Selatan pun, ia anggap masih belum optimal.

“Ternyata masih banyak yang harus dibenahi oleh pemerintah kabupaten. Saya sendiri sependapat bila masalah ini sebaiknya dikaji kembali, baik itu oleh pemerintah daerah atau pusat,” ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut meminta agar Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) melakukan evaluasi ulang terkait status daerah tertinggal yang melekat di Kabupaten Garut.

Sekda Garut, Iman Alirahman, menilai kondisi Garut sejak ditetapkan sebagai daerah tertinggal di 2004 silam dengan saat ini, sudah memiliki perbedaan yang signifikan.

“Sejak ditetapkan sebagai daerah tertinggal, kami langsung mencoba mengidentifikasi masalah-masalah apa yang dihadapi Garut. Beberapa masalah di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, berikut sarana dan prasarana kami coba perbaiki secara bertahap. Buktinya, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Garut sudah lebih baik sekarang, yaitu 71,2. Artinya, angka nilai IPM kita lebih unggul bila dibandingkan dengan kabupaten tetangga yang tidak masuk kriteria daerah tertinggal,” terangnya.

Iman pun memerlukan kejelasan dari Kementrian PDT terkait perkembangan yang dialami. Oleh karena itu, hasil evaluasi ulang terhadap status Kabupaten Garut menjadi sangat dibutuhkan.

“Kami sangat perlu agar data lebih objektif. Kami juga bisa mengetahui apa saja kekurangan yang ada, supaya dapat diperbaiki secara efektif. Kalau dikatakan kurang di salah satu bidang, maka kami akan kejar untuk memperbaikinya,” pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Stafsus Menkeu: Inovasi...
Stafsus Menkeu: Inovasi Kebijakan Daerah Jadi Kunci Pembangunan Nasional
Kunjungi Pelosok, Gubernur...
Kunjungi Pelosok, Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Rp1 Miliar
Pohuwatu Gunakan Dana...
Pohuwatu Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Sehat Komunal Gratis Bagi Warga Miskin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tunjukkan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Akselerasi Pembangunan...
Akselerasi Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved