Hewan belum cukup umur dijual untuk kurban

Senin, 14 Oktober 2013 - 16:37 WIB
Hewan belum cukup umur...
Hewan belum cukup umur dijual untuk kurban
A A A
Sindonews.com -Tim pengawas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah menemukan banyak hewan kurban belum cukup umur dijual untuk keperluan Idul Adha 1434 H. Masyarakat diimbau lebih teliti dan waspada saat membeli hewan kurban tersebut.

Kasi Kesehatan Masyarakat Feteriner pada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara Prajoga, mengatakan temuan ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan jajarannya di tujuh lokasi penjualan hewan kurban yang ada di Kota Ukir.

Seperti penjualan hewan kurban di Jalan Ki Mangun Sarkoro, depan Gedung Wanita, dan lima lainnya yang berlokasi di sekitar Stadion Kamal Junaidi.

Menurut Prajoga, salah satu ciri hewan yang layak digunakan untuk kurban yakni sudah berganti gigi (poel) karena sudah cukup umur. Namun ternyata tim pemantau menemukan belasan hewan kurban belum cukup umur yang turut dijual di sejumlah lokasi tersebut.

"Biasanya hewan yang berganti gigi (poel) itu berumur lebih dari satu tahun. Jadi itu belum layak dijadikan qurban," kata Prajoga, Senin (14/10/2013).

Menurut Prajoga ada banyak dalih yang digunakan para penjual terkait persoalan ini. Para penjual beralasan hewan korban yang dijual hasil dropingan para bakul atau tengkulak. Selain itu, ada juga dalih hewan yang dijual tidak hanya untuk kepentingan kurban tapi akan diternak lagi.

Terkait persoalan ini, tim pengawas Distanak sudah mengimbau para penjual agar mengganti hewan kurban yang dijualnya sesuai dengan yang semestinya. Mereka juga diwajibkan memberitahu calon pembeli terkait "spesifikasi" hewan yang dijualnya.

"Misalnya jika hewan itu sudah poel atau belum harus diinformasikan terlebih dulu. Jadi pembeli punya pilihan sebelum membeli," ujarnya.

Selama pemantauan digelar, tim pengawas belum menemukan hewan kurban yang cacat ataupun sakit parah. Pihaknya hanya menemukan beberapa hewan qurban yang sakit mata.

Dan hal itu dinilai tidak termasuk kategori penyakit yang membahayakan. Agar masyarakat yang ingin berkurban nyaman, rencananya upaya pengawasan dari Distanak akan tetap digelar hingga hari H kurban, Selasa (15/10).

Pihaknya akan menerjunkan 19 pengawas baik yang berasal dari pegawai Distanak maupun mantri hewan ternak.

"Masyarakat yang ingin berkurban juga bisa menghubungi petugas kami jika ingin memastikan kondisi hewannya layak atau tidak dipakai kurban," tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Cerita Faiz Arsyad,...
Cerita Faiz Arsyad, Mahasiswa Indonesia yang Pertama Kali Rayakan Idul Adha di Rusia
Hari Raya Idul Adha,...
Hari Raya Idul Adha, Ustaz Najmi Umar Bakkar : Jangan Ragu Bahwa Allah Itu Ada
Haedar Nashir: Inti...
Haedar Nashir: Inti dari Idul Adha Adalah Jiwa dan Semangat Berbagi
27 Ucapan Selamat Idul...
27 Ucapan Selamat Idul Adha 2024 untuk Teman, Bisa Jadi Referensi Berbagi Pesan
Rayakan Idul Adha, J99...
Rayakan Idul Adha, J99 Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Enam Kota
Tarekat Tajjul Khalwatiyah...
Tarekat Tajjul Khalwatiyah Gowa Salat Idul Adha Hari Ini
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
5 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
5 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
5 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
6 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
6 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
8 jam yang lalu
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved