Penebas jari Kustri akhirnya berhasil diringkus polisi

Selasa, 08 Oktober 2013 - 13:54 WIB
Penebas jari Kustri...
Penebas jari Kustri akhirnya berhasil diringkus polisi
A A A
Sindonews.com - Eri Wibowo alias Babinsae (32), tak bisa lepas dari jeratan hukum. Setelah sekian lama bersembunyi dari kejaran polisi, pelaku penganiayaan terhadap Kustri Wibowo itu diringkus di rumah kontrakannya.

“Polisi menangkap tersangka di rumah kontrakan di Kampung Nusupan, Grogol, Sukoharjo pada Kamis (3/9) lalu. Dia cukup lihai bersembunyi, namun tetap saja bisa terendus,” kata Kapolsek Serengan, Solo, Jawa Tengah, Kompol Edy Sulistiyanto, saat gelar perkara, Selasa (8/10/2013).

Kasus penganiayaan Baninsae terhadap Kustri Wibowo, tetangganya itu, ditangani Polsek Serengan sejak 2 Mei 2013 lalu. Saat itu, Babinsae 'membabat' korban dengan membabi buta dengan sebilah sabit. Korban mengalami luka sabetan benda tajam di bagian tangan kanan serta sejumlah jari kaki kanannya putus.

Usai menganiaya tetangganya, warga Jalan Kahayan I Kampung Joyontakan RT 02/VI Kelurahan Joyontakan, Babinsae kabur tanpa membawa serta sabit berlumuran darah, yang akhirnya dijadikan barang bukti penyidik. Sedangkan korban dibiarkan terkapar di jalannan.

Dikatakan Kapolsek, tersangka berulangkali berhasil lolos dari kejaran polisi sejak dirinya diburu empat bulan lalu. Terakhir kali, Babinsae diketahui berada di wilayah pajang, Laweyan, saat dirinya jadi juru parkir (jukir).

“Tersangka yang kita tangkap, terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap korban. Tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP ayat 2 dengan ancaman lima tahun penjara,” terang kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka nekat menganiaya korban dipicu dendam lama. Babinsae juga terdata sebagai mantan pesakitan kasus pembunuhan dengan hukuman empat tahun penjara yang sudah dijalaninya belum lama. Parahnya lagi, saat ini dia terlibat kasus penganiayaan di Grogol, Sukoharjo dan belum diproses hukum.

Kepada polisi, Babinsae mengaku menaruh dendam lama kepada korban. Benih dendam kian membara usai dirinya dikeroyok korban beramai-ramai setahun silam.

”Saya dianiaya sampai harus dijahit di leher belakang. Karena bacokan itu, saya balas dendam,” akunya tanpa ekspresi menyesal.
(rsa)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
31 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
39 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
43 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved