Pasca kebakaran, pedagang Pasar Cisalak resah

Senin, 07 Oktober 2013 - 12:38 WIB
Pasca kebakaran, pedagang...
Pasca kebakaran, pedagang Pasar Cisalak resah
A A A
Sindonews.com - Ratusan pedagang di Pasar Cisalak hingga kini belum memiliki kejelasan nasib. Pasalnya, pasca kebakaran lima bulan lalu hingga kini mereka belum ada perbaikan lapak.

Pedagang merasa resah lantaran terancam tak kebagian lapak pasca pembenahan nanti. Karena pengelola pasar menerapkan aturan baru. Sejumlah pedagang mengaku, awalnya pengelola pasar melalui pihak Pemkot Depok memberikan lapak sementara di belakang lokasi kebakaran.

Namun belakangan peraturan itu berubah. Lapak hanya boleh diisi oleh mereka yang kiosnya terbakar.

"Dulu pembahasannya tidak seperti itu. Mereka bilang, seluruh korban kebakaran boleh mengisi lapak sementara. Namun belakangan aturan itu diubah, katanya yang boleh isi hanya mereka yang punya kios," kata Juwita Simbiring salah seorang pedagang sayur, Senin (7/10/2013).

Mereka mengaku sering mendapat intimidasi. Misalnya rencana pengosongan lapak, pemindahan dan sebagainya. Lapak yang mereka tempati saat ini dinilai tak strategis sehingga berpengaruh pada penurunan omzet.

Selain itu, katanya, sejumlah pedagang mengaku kuatir bersitegang dengan pihak pengelola pasar akhir-akhir ini. Pasalnya, pengelola pasar memberikan tanda atau coretan silang di meja pedagang yang artinya dilarang berjualan.

"Kita lagi bahas lapak ini saat ada pembeli. Jelas berdampak pada penghasilan karena pembeli jadi berkurang," akunya.

Dikatakan, pedagang sebenarnya mau mengikuti pemerintah. Namun mereka juga merasa terusik dengan segala bentuk intimidasi yang ada. Omzet mereka turun 50 persen setelah kebakaran itu.

"Dan sampai saat ini kami belum lihat itu (lokasi kebakaran) ada upaya perbaikan dari pemerintah. Lalu sampai kapan nasib kami terkatung seperti ini," tukasnya.

Di lapak sementara ini pemerintah tidak memungut biaya. Namun para pedagang diwajibkan membayar retribusi yang total keseluruhannya per hari Rp6.000 sampai Rp7.000. Mereka mengaku tidak keberatan dengan kebijakan tersebut. Retribusi itu, diklaim untuk membayar listrik di setiap lapak.

"Kita juga taat bayar iuran. Lalu kenapa sekarang-sekarang ini kenyamanan kami diusik dengan adanya putusan pedagang kaki lima atau yang bukan kios dilarang berjualan di sini? Kalau begini caranya kami protes-lah. Terus juga kalau memang ada perbaikan kenapa tidak ada plang (papan pengumuman)? Biasanya kalau ada proyek kan ada plangnya yang berisi program dan anggarannya. Ini tidak ada," kata Rahmat, pedagang lainnya.

Kepala Dinas UMKM dan Pasar Kota Depok Agus Suherman mengatakan, pihaknya tidak bisa berkomentar banyak. Dirinya hanya berjanji akan mengkaji persoalan tersebut. "Nanti ya akan kami kaji lagi," katanya singkat.

Pasar Cisalak terbakar pada 30 Mei 2013. Kobaran api menghabiskan 400 kios yang ada di satu dan dua. Api sulit dipadamkan lantaran tidak adanya hydrant di lokasi. Sebelumnya, pasar itu juga pernah terbakar pada tahun 2012. Namun, kebakaran Mei lalu adalah yang terparah.
(mhd)
Berita Terkait
Peristiwa Kebakaran...
Peristiwa Kebakaran di Jakarta yang Menelan Korban Jiwa
Kompor Meledak, Belasan...
Kompor Meledak, Belasan Rumah di Tanjung Priok Hangus Terbakar
Ruang Marbot Masjid...
Ruang Marbot Masjid Istiqomah Terbakar, 6 Mobil Damkar dan 35 Petugas Dikerahkan
Korsleting Listrik,...
Korsleting Listrik, Kabel PLN Kebon Pala Jakarta Timur Terbakar
150 Warga Jalan Pemuda...
150 Warga Jalan Pemuda Terpaksa Bermukim di Pengungsian
Kebakaran di Pemukiman...
Kebakaran di Pemukiman Padat Penduduk, Puluhan Mobil Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
8 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
10 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
11 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
11 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
12 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
12 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved