Diserang hama tikus ribuan petani Karanganyar menjerit

Sabtu, 05 Oktober 2013 - 16:04 WIB
Diserang hama tikus...
Diserang hama tikus ribuan petani Karanganyar menjerit
A A A
Sindonews.com - Ribuan petani di Kabupaten Karanganyar, Jawa tengah menjerit karena gagal panen setelah diserang hama tikus selama dua musim tanam terakhir.

Jumlah kerugian akibat gagal panen itu ditaksir mencapai rata-rata Rp6 juta per hektar sawah.

Bahkan akibat masifnya serangan hama tikus itu sekitar 75 hektar sawah di Desa Blorong, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar gagal panen dan petani pun merugi selama dua kali musim tanam.

Tak pelak warga pun menjerit dan akhirnya nekat lakukan aksi gropyokan tikus yang diikuti hampir 500 warga desa Sabtu siang.

Suwardi, Kades Blorong, Kecamatan Jumantono mengatakan aksi gropyokan tikus terpaksa dilakukan dan menghasilkan sekitar 300 tikus yang ditangkap warga.

“Sudah dua misim tanam ini petani merugi jutaan rupiah per hektar baik biaya tanam serta tanaman yang tidak bisa dipanen, sehingga petani marah dan lakukan gropyokan tikus,” ujarnya.

Menurut Suwardi, jika kondisi lancar setiap hektare sawah mampu menghasilkan sekitar ton gabah, namun semenjak diserang hama tikus ini padi tidak bisa dipanen sama sekali, sehingga menjerit sampai terpaksa pindah profesi menjadi buruh.

Apalagi sampai sekarang Dinas Pertanian Karanganyar juga belum berikan bantuan terhadap hama tersebut.

“Hama ini terjadi hampir di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar, sehingga butuh perhatian serius dari Pemkab,” tukasnya.

Sementara itu Suharno Kabid Penyuluhan dari Badan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan BP4K Pemkab Karanganyar mengakui sudah mengidentifikasi serangan hama tikus yang masif kurun waktu 2 musim tanam ini.

“Kita sudah berkordinasi dengan kelompok tani dan selalu terlibat untuk pemberantasan hama tikus termasuk gropyokan di sawah,” ujarnya.
(lns)
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
5 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
8 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
8 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
9 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
9 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
10 jam yang lalu
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved