Hukum pidana dianggap efektif tekan angka tawuran

Sabtu, 05 Oktober 2013 - 10:00 WIB
Hukum pidana dianggap...
Hukum pidana dianggap efektif tekan angka tawuran
A A A
Sindonews.com - Palajar di Indonesia saat ini dianggap masih gemar untuk melakukan aksi tawuran yang menyerang sekolah lain. Alasan jati diri pun menjadi alasan klasik yang mereka gunakan untuk melakukan aksi tersebut.

Pengamat sosial budaya Universitas Indonesia (UI) Devi Rahmawati mengungkapkan, kebiasaan tawuran itu pun sudah diwariskan secara turun temurun oleh pendahulu mereka. Sehingga, ada kepercayaan jika suatu sekolah bisa menyerang sekolah lain adalah suatu kebangaan untuk mereka.

"Seseorang baru akan dianggap menjadi siswa dari sekolah itu yang utuh apabila mereka menyerang murid sekolah lainnya," kata Devi saat berbincang dengan Sindonews, Sabtu (5/10/2013).

Oleh karena itulah, kata Devi, jika siswa tersebut sudah termakan pemikirian seperti itu, akan sangat sulit bagi mereka untuk melupakannya. Pendekatan yang bersifat penyuluhan tidak akan lagi efektif untuk digunakan dan menekan maraknya angka tawuran.

"Iimbauan dari orangtua, guru, atau pihak-pihak lainnya biasanya akan dianggap sebagai gangguan dari pihak luar, yang dianggap tidak mengerti dengan persoalan 'dendam antarsekolah'. Akibatnya pendekatan yang sifatnya pengajaran moral seperti ini cenderung tidak digubris," paparnya.

Devi kemudian menyarankan sebuah perubahan sistem untuk menekan tawuran di Indonesia khususnya di Jakarta ini. Perubahan itu bisa diawali dengan kebijakan internal sekolah.

"Mau tidak mau, kebijakan yang perlu diambil mesti bersifat perombakan sistem dan skema pergerakan siswa yang menyebabkan mereka tak mungkin mewariskan kultur kekerasan ke generasi selanjutnya atau berfriksi dengan sekolah lainnya," tukasnya.

Tak hanya langkah perubahan mekanisme, Devi pun menegaskan bahwa langkah pidana adalah langkah yang cukup solutif untuk memberi efek jera kepada siswa yang akan melakukan aksi tawuran.

"Selain itu pemidanaan serius serta ancaman bahwa catatan kriminal akan berdampak buruk bagi masa depan para siswa juga dapat menjadi kebijakan yang diambil," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Gagal Tawuran, Pelajar...
Gagal Tawuran, Pelajar Ini Mewek Saat Dijemput Orang Tuanya di Kantor Polisi
Ditangkap Polisi, 25...
Ditangkap Polisi, 25 Pelajar di Bekasi Berlutut Minta Maaf kepada Orang Tua
Antisipasi Tawuran Pelajar...
Antisipasi Tawuran Pelajar dengan Pendidikan Karakter di Sekolah
Razia Pelaku Tawuran...
Razia Pelaku Tawuran Pelajar di Serang, Polisi Amankan Celurit hingga Samurai
Rekaman Tawuran Pelajar...
Rekaman Tawuran Pelajar SMP di Sukabumi Tersebar, Diduga Akan Dijadikan Konten Medsos
Tawuran di Bogor, 2...
Tawuran di Bogor, 2 Pelajar Terluka Kena Sabet
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
55 menit yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
1 jam yang lalu
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
6 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
11 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
11 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
12 jam yang lalu
Infografis
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved