Krisis air bersih di Ngronggo Salatiga semakin parah

Selasa, 01 Oktober 2013 - 15:59 WIB
Krisis air bersih di...
Krisis air bersih di Ngronggo Salatiga semakin parah
A A A
Sindonews.com - Bencana kekeringan yang melanda wilayah Dukuh Ngronggo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, bertambah parah. Semua sumber air yang ada di daerah tersebut sudah mengering sehingga warga semakin sulit mendapat air bersih.

Guna mencukupi kebutuhan air bersih setiap hari, warga terpaksa membeli air bersih dari PDAM Salatiga senilai Rp75 ribu per tangki. Sedangkan warga yang tidak mampu membeli air bersih, terpaksa harung ngangsu (mengambil) air ke sumber air di dukuh lain yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka.

Ketua RW 4 Dukuh Ngronggo Muhdi (47), menuturkan, krisis air bersih ini sudah dialami warga sejak akhir Agustus lalu. Sejak saat itu, untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengantre di sumur warga lain yang masih ada airnya.

"Sekarang semua sumur yang ada di Ngronggo sudah mengering. Dan kami harus membeli air agar kebutuhan bisa terpenuhi," katanya, Selasa (1/10/2013).

Dia mengatakan, dalam minggu ini, pihaknya akan mengajukan bantuan air bersih kepada Pemkot Salatiga. Langkah ini dilakukan untuk membantu warga yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

"Setelah proposalnya jadi, langsung kami ajukan ke pemkot. Kami berharap setelah proposal bantuan kami ajukan, pemkot bisa segera melakukan dropping air," ujarnya.

Lebih jauh Muhdi menyatakan, krisis air bersih sudah menjadi bencana tahunan bagi warga Ngronggo. Atas dasar itu, warga berharap ada perhatian khusus dari pemerintah untuk mengatasi masalah yang dihadapi warga Ngronggo ini.

"Kami minta PDAM bisa membuka jaringan air bersih ke Ngronggo agar kami bisa menikmati layanan air bersih. Sehingga tidak keropatan mencari air saat kemarau," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Salatiga, Kusumo Adji, menyatakan pihaknya siap melakukan dropping air bersih ke Ngronggo. Hanya dropping baru bisa dilakukan jika sudah ada permintaan dari warga.

"Sebelum ada permintaan dari warga, kami belum bisa melakukan dropping air bersih. Sebab dasar melakukan dropping adalah permintaan dari warga," tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
21 menit yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
2 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
2 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
2 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
2 jam yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved