Deddy jelaskan soal terdakwa kasus korupsi tak dimutasi
Senin, 30 September 2013 - 19:29 WIB
Deddy jelaskan soal terdakwa kasus korupsi tak dimutasi
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 269 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemprov Jawa Barat dimutasi. Tapi dari sederet nama, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jawa Barat, Bambang Heryanto, tidak masuk dalam jajaran pejabat yang dimutasi.
Padahal, Bambang sudah jadi terpidana atas kasus korupsi dana PBB dan upah pungut Pemkab Subang tahun anggaran 2005-2008 sebesar Rp14 miliar. Bambang tinggal dieksekusi kejaksaan untuk menjalani hukuman.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menjelaskan alasan tidak memutasi Bambang. "Perlu waktu untuk dicarikan siapa penggantinya," ujar Deddy di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (30/9/2013).
Posisi Kadispenda, menurutnya adalah posisi penting. Perlu pertimbangan matang untuk menentukan siapa yang akan mengisi posisi tersebut.
"Saya kira itu perlu pemikiran yang cukup," ungkapnya.
Soal mutasi itu, menurutnya bagus untuk meningkatkan pengalaman dan kinerja para PNS. "Bagus jadi punya tambahan untuk melengkapi kompetensinya," jelas Deddy.
Terkait pelantikan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, tidak bisa hadir karena berhalangan. Deddy pun mewakili Aher untuk pertama kalinya melantik PNS. "Kita kan satu paket," katanya.
Deddy mengaku sebelumnya pernah melantik PNS. Tapi untuk melantik PNS eselon II hingga IV dalam waktu bersamaan, ia baru melakukannya kali ini.
"Banyak yang pertama kali saya alami," ucap Deddy.
Padahal, Bambang sudah jadi terpidana atas kasus korupsi dana PBB dan upah pungut Pemkab Subang tahun anggaran 2005-2008 sebesar Rp14 miliar. Bambang tinggal dieksekusi kejaksaan untuk menjalani hukuman.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menjelaskan alasan tidak memutasi Bambang. "Perlu waktu untuk dicarikan siapa penggantinya," ujar Deddy di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (30/9/2013).
Posisi Kadispenda, menurutnya adalah posisi penting. Perlu pertimbangan matang untuk menentukan siapa yang akan mengisi posisi tersebut.
"Saya kira itu perlu pemikiran yang cukup," ungkapnya.
Soal mutasi itu, menurutnya bagus untuk meningkatkan pengalaman dan kinerja para PNS. "Bagus jadi punya tambahan untuk melengkapi kompetensinya," jelas Deddy.
Terkait pelantikan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, tidak bisa hadir karena berhalangan. Deddy pun mewakili Aher untuk pertama kalinya melantik PNS. "Kita kan satu paket," katanya.
Deddy mengaku sebelumnya pernah melantik PNS. Tapi untuk melantik PNS eselon II hingga IV dalam waktu bersamaan, ia baru melakukannya kali ini.
"Banyak yang pertama kali saya alami," ucap Deddy.
(lns)