Nuh janji tak ada lagi dikotomi di RS Pendidikan

Senin, 30 September 2013 - 16:44 WIB
Nuh janji tak ada lagi...
Nuh janji tak ada lagi dikotomi di RS Pendidikan
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menandatangani mekanisme dan perjanjian soal peraturan di Rumah Sakit Pendidikan.

Mendikbud M Nuh mengatakan, soal layanan kesehatan yang ada di RS Pendidikan perguruan tinggi dikelola oleh Kemenkes. Tetapi jika berkaitan dengan pendidikan, lanjutnya, maka akan diambil alih oleh Kemendikbud.

"Jadi enggak benar kalau soal fasilitas dan standar pelayanan kesehatan Kemendikbud yang tentukan. Tetapi yang terkait dengan pendidikan, itu di Kemendikbud. Kami sudah tanda tangan sama Bu Nafsiah (Mboi Menkes) sudah clear," katanya kepada wartawan di Kampus UI, Depok, Senin (30/9/2013).

Nuh menjelaskan, semula dokter-dokter yang berasal dari Kemenkes, maka tidak bisa mengajar di Fakultas Kedokteran. Begitu pula sebaliknya, dosen-dosen di Fakultas Kedokteran tak bisa praktek di RS.

"Tadinya mereka dokter yang dari Kemenkes enggak bisa mengajar di FK, enggak bisa jadi guru besar, karena berangkatnya dari Kemenkes. Dosen-dosen yang tugasnya mengajar juga enggak bisa praktek di RS, itu kan menambah jauh rentangnya, padahal anak-anak kita akan terjun, dan dosen-dosen juga butuh pengembangan kesehatan," ungkapnya.

Namun saat ini, kata Nuh, tembok pemisah itu tak akan ada lagi. Intinya yang terpenting RS Pendidikan juga harus memberikan layanan kesehatan yang bagus.

"Ujung-ujungnya yang penting layanan kesehatan bagus. Ada tembok pemisah tadinya, sekarang yang di RS Pendidikan bisa mengajar di kampus, dan yang mengajar di kampus bisa praktek di RS," katanya.

Nuh menegaskan, kebijakan tersebut sudah mulai berjalan tahun 2013. Dengan begitu, lanjutnya, dikotomi RS Pendidikan tak akan ada lagi.

"Awalnya kan soal ini muncul konflik, dokter-dokter yang dosen tadinya ada hambatan ke RS, dikuasai dokter-dokter yang NIP nya Kemenkes. Mulai tahun ini, dikotomi itu tak ada lagi nanti. Sudah kami teken. Disamping itu, RS Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak mahasiswa kedokteran," paparnya.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
6 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
32 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved