Rapor merah untuk institusi pendidikan & administrasi kependudukan

Minggu, 29 September 2013 - 15:01 WIB
Rapor merah untuk institusi...
Rapor merah untuk institusi pendidikan & administrasi kependudukan
A A A
Sindonews.com - Institusi pendidikan dan Administrasi kependudukan Kota Solo, mendapatkan rapor merah pada saat ini. Rapor merah tersebut dihasilkan dari survei yang dilakukan oleh Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) dalam dua bulan terakhir ini.

Dalam survei yang bertajuk Community Led Monitoring (CLeM) tersebut intitusi itu mendapatkan nilai yang cukup rendah dibandingkan dengan pelayanan publik lainnya.

Dalam survei tersebut insrtitusi pendidikan dan administrasi kependudukan mendaptkan nilai dibawah 60, yang memiliki arti kurang baik.

Koordinator Survey CleM, Tyas Nurhayani, menyebutkan kredit buruk tersebut didapatkan karena dua insntasi pelayanan publik ini masih memiliki kekurangan di beberapa titik.

Kekurangan itu disebabkan karena dua instansi tersebut tidak memiliki akses untuk orang yang memiliki kebutuihan khusus.

Pihaknya mencontohkan pada bagian Administrasi Kependudukan (Adminduk) Kota Solo, pelayanan publik terletak di lantai dua. Padahal untuk mencapai lantai dua tersebut sangat sulit untuk orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus.

Menurutnya orang kebutuhan khusus itu tidak hanya kaum difabel saja, melainkan para lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.

"Tidak hanya difabel saja yang dikatakan kebutuhan khusus. Para lansia dan ibu hamil itu juga memiliki kebutuhan khusus, kemarin tim survei melihat sendiri kaum lansia yang tidak kuat naik ke lantai dua," ucapnya kepada KORAN SINDO, Minggu (29/9/2013).

Sedangkan untuk institusi pendidika, di Kota Solo, masih banyak sekolah yang belum menerima siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Padahal siswa berkebutuhan khusus itu memiiliki hak yang sama dengan orang yang lain.

Selain itu pihaknya mengatakan nilai buruk tersebut juga terjadi akibat minimnya informasi yang ada di dua instansi publik tersebut. Minimnya iformasi itu membuat masyarakat jengkel dan resah setiap
berurusan dengan dua instasi tersebut.

"Harusnya itu setiap pelayanan publik itu harus mendapatkan informasi yang jelas seperti lama waktu administrasi. Sehingga ada keterbukaan antara pemerintah dengan masyarakat," sambungnya.

Direktur Pattiro, Andwy Joko Mulyanto, mengatakan pihaknya bakal melaporkan hasil tersebut kepada Pemkot Solo. Menurutnya hasil survei tersebut bisa menjadi saran bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan bagi dua innstansi itu.

Sementara itu Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku bakal melakukan pembenahan pada dua instansi itu dengan stratefi khusus yang ia miliki. Meskipun demikian pihaknya masih merahasiakan strategi yang bakal dipakainya.
(lns)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
23 menit yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
2 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
9 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
10 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved