Otak penyekapan penjual kopi sudah tiba di Jakarta

Kamis, 26 September 2013 - 22:37 WIB
Otak penyekapan penjual...
Otak penyekapan penjual kopi sudah tiba di Jakarta
A A A
Sindonews.com - Sandy (31), pelaku utama penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang janda penjual kopi HR, tiba di Bandara Soekaro-Hatta, setelah diringkus Tim Pemburu Preman Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di Bali, Selasa 24 September 2013 lalu.

Sandy beserta anggota polisi yang menangkapnya, menumpangi pesawat Sriwijaya Air SC-731 dari Bali. Tiba di Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta sekira pukul 16.30 WIB, pelaku langsung dibawa dengan mobil Tim Pemburu Preman Satreskrim.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Hengky Hariadi saat ditemui di Terminal 1B mengatakan, setelah buron selama sembilan hari, pihaknya mendapat informasi pelaku lari ke daerah Bali. Lalu pihaknya berkoordinasi dengan Polda Bali untuk melakukan penangkapan.

"Kita tangkap pelaku saat melewati Pelabuhan Gilimanuk dengan bus travel. Dia bisa diringkus tanpa perlawanan," katanya.

Hengki menambahkan, tersangka Sandy merupakan pelaku utama penyekapan dan penganiayaan terhadap korban HR.

Pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut.

"Dari pemeriksaan dua tersangka yang sudah ditangkap, mereka mengaku diperintah oleh tersangka Sandy. Motif sementara terkait pemerasan, tapi kita kan cek lebih dalam untuk menemukan motif sebenarnya," tukasnya.

Berdasarkan pengembangan sementara, pelaku pernah teribat kasus penculikan dan senpi ilegal yang pernah ditangani Polres Tangerang. "akan dikembangkan untuk indikasi yang lebih luas lagi," tukasnya.

Sepertid diketahui, seorang perempuan berstatus janda, HR, yang baru sepekan berjualan kopi di dekat pintu tol keluar Kebun Jeruk, Jakarta Barat, disekap dan dirusak kemaluannya oleh segerombolan preman di dekat Apartemen Kedoya, sejak 13-15 September 2013.

Hal itu dialkukan tersangka karena merasa tersinggung dengan korban lantaran menolak dipalak sebesar Rp 100 ribu. Pelaku yang marah lantas menarik paksa dan menyekap korban di satu rumah di Kedoya.

Saat disekap, korban dipaksa membuka pakaiannya hingga telanjang. Setelah itu, para tersangka tersebut melakukan kekerasan terhadap korban. Diantaranya menetesi tubuh korban dengan lelehan plastik, yang lebih sadis memasukkan batang kayu ke kemaluan korban secara paksa hingga menyebabkan luka.

Korban berhasil lari saat para tersangka sedang tidur dan melaporkan kasus itu kepada seorang satpam di dekat lokasi. Laporan itu kemudian diteruskan ke Polres Jakarta Barat.
(mhd)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
2 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
9 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
11 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved