Puskesmas di Solo mulai memakai obat tradisional

Jum'at, 27 September 2013 - 03:07 WIB
Puskesmas di Solo mulai...
Puskesmas di Solo mulai memakai obat tradisional
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, merintis pemakaian jamu dan obat-obatan tradisional dalam melengkapi stok obat bersumber APBD. Bergesernya pemakaian obat kimiawi ke jenis obat tradisional ini dilatarbelakangi minimnya efek samping pemakaian obat tersebut.

Kabid Upaya Kesehatan (Upkes) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Setyowati mengatakan, obat-obatan tradisional ini telah direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga dijamin aman dikonsumsi. Sejak itu, Pemkot Solo mulai melirik penggunaan obat tradisional.

“Secara turun-temurun, Indonesia punya kekayaan berupa pengobatan alami tanpa kandungan kimia. Saat ini, hasilnya sudah teruji dan terbukti. Maka dari itu, tak ada salahnya pengadaan obat di DKK, membidik jamu dan obat herbal lainnya,” ujar Setyowati, kepada wartawan, Kamis (26/9/2013).

Jenis obat tradisional yang sudah digunakan antara lain untuk penyakit penurun tekanan darah (hipertensi), lancar ASI, pengendali asam urat dan kolesterol. Efek samping mengonsumsi obat tradisional hampir tidak ada. Hanya saja, perlu waktu untuk merasakan khasiatnya.

“Kalau meminum obat kimiawi, efeknya akan langsung terasa. Namun efek sampingnya juga ada. Sedangkan minum jamu, khasiatnya baru terasa setelah beberapa saat,” jelasnya.

Tidak semua jenis obat tradisional menyediakan kebutuhan obat DKK. Porsi stok jamu dan sejenisnya dalam rencana pengadaan obat bersumber APBD masih terbatas, mengingat penyembuhan penyakit tertentu diperlukan obat pabrikan dan penanganan secara profesional.

Pemakaian obat tradisional meski tak dilarang kementrian kesehatan, namun aturan pengadaan barang tersebut belum diatur secara formal. Masih rendahnya konsumsi obat tradisional terstandar diakibatkan pula sumber daya manusia (SDM) pemerintah yang kurang memadai.

“Pernah ada pelatihan farmasis khusus obat herbal tradisional. Namun, yang dilatih bukan tenaga fungsional di puskesmas, melainkan tenaga struktural dan kepala puskesmas. Ini kan kurang tepat,” keluhnya.

Adapun jenis obat tradisional bersumber dana pemerintah masuk kategori jamu, herbal terstandar dan produk fitofarmaka (obat/herbal yang sudah diuji pada manusia). Di Solo, jamu dan obat herbal tersedia di Puskesmas Gajahan, Puskesmas Ngoresan, dan Puskesmas Jayengan.
(san)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Beroperasi, Klinik Nuhrintama...
Beroperasi, Klinik Nuhrintama Diharap Tunjang Pelayanan Kesehatan di Gowa
Mudahkan Pengguna, SehatQ...
Mudahkan Pengguna, SehatQ Layani Pemesanan Obat Secara Online
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
4 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
4 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved