Pemerintah diminta buka kantor imigrasi di Sebatik

Kamis, 26 September 2013 - 18:08 WIB
Pemerintah diminta buka...
Pemerintah diminta buka kantor imigrasi di Sebatik
A A A
Sindonews.com - Untuk memudahkan izin lintas negara dari Indonesia ke Malaysia, pemerintah diminta membuatkan kantor perwakilan imigrasi di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Langkah itu dinilai sebagai solusi jangka pendek bagi warga Indonesia yang tinggal di perbatasan Malaysia. Hal itu menyusul kebijakan Malaysia yang mencabut penggunaan Pas (kartu masuk) Lintas Batas bagi warga yang ingin melintas dari Pulau Sebatik menuju Tawau, Malaysia, pada 1 Januari 2013.

Saat ini, warga Indonesia yang ingin melintas ke Tawau harus menggunakan paspor. Otomatis, warga yang biasa pergi ke Tawau harus mengurus administrasi keimigrasian ke Pulau Nunukan yang jaraknya cukup jauh.

“Kami meminta agar disediakan kantor khusus di Pulau Sebatik untuk mengurus proses administrasi keimigrasian. Ini memudahkan kami untuk bepergian ke Tawau, Malaysia,” kata Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Sebatik Khairuddin di Samarinda, Kamis (26/9/2013).

Sejak Pas Lintas Batas dicabut, warga harus mengeluarkan biaya dan waktu yang lebih banyak mengurus izin lintas batas antarnegara. Padahal, kebutuhan pokok masyarakat Sebatik banyak yang berasal dari Malaysia. Akibat kebijakan itu, aktivitas perdagangan warga Sebatik juga terganggu.

“Warga Sebatik kebanyakan adalah petani dan pekebun. Mereka menjual hasil tanamannya ke Malaysia. Akibat pencabutan ini, mereka harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar,” tambahnya.

Senada dengan Khairuddin, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian menyatakan, perlu ada solusi jangka pendek bagi warga Sebatik. “Kantor perwakilan imigrasi adalah solusi jangka pendeknya. Ini akan memudahkan warga Sebatik,” ujarnya.

Solusi jangka panjangnya, adalah memperjuangkan agar Sebatik menjadi daerah otonom baru. Saat ini, Pulau Sebatik hanya berstatus kecamatan di bawah Kabupaten Nunukan. Proses menjadi daerah otonom baru sedang berlangsung, dan saat ini sedang dibahas di DPR RI.

“Masih ada satu kekurangan saat proses di DPR RI, kalau tidak salah soal peta. Ini akan terus kita perjuangkan agar semakin cepat selesai,” tukasnya.

Rencananya, Sebatik akan menjadi kotamadya sekaligus menambah daerah otonom di provinsi termuda di Indonesia, Provinsi Kaltara. “Dengan daerah otonom baru tentu ada kemandirian di Sebatik,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Pemerintah Harus Tegas...
Pemerintah Harus Tegas terhadap Pelanggaran Asing di Tanah Air
8 Perbatasan Negara...
8 Perbatasan Negara Paling Mengerikan Se-Asia
Pembangunan di Wilayah...
Pembangunan di Wilayah Perbatasan, Pemerintah Gelontorkan Rp10,5 Triliun
Tumbuhkan Pusat Perekonomian...
Tumbuhkan Pusat Perekonomian Baru
Presiden Teken Inpres...
Presiden Teken Inpres Percepatan Pembangunan Tiga Kawasan Perbatasan
BNPP Ambil Langkah Strategis...
BNPP Ambil Langkah Strategis Sikapi Jalur Tak Resmi RI-Malaysia
Berita Terkini
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
17 menit yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
26 menit yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
1 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
3 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
12 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
15 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved