Tumbuhkan Pusat Perekonomian Baru
Kamis, 23 Juli 2020 - 12:13 WIB
loading...
Para pimpinan instansi/lembaga sedang berpose di depan bangunan utama PLBN Badau yang keren dan megah. Foto/Koran SINDO/Hendri Irawan
A
A
A
KAPUAS HULU - Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Maret 2018, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau yang menjadi wajah terdepan Indonesia di perbatasan Kalimantan Barat-Serawak, kini memancarkan pesona kebanggaan luar biasa. Malah warga Malaysia yang melintas pun kagum melihat PLBN Badau.
Pagi-pagi sekali, Kepala (Administrator) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kalimantan Barat, Agato Limat sudah terlihat sibuk. Bersama puluhan anak buahnya berikut petugas dari bea cukai, imigrasi, karantina, perhubungan hingga Satgas Pamtas RI-Malaysia, sudah bersiaga.
"Hari ini pintu perbatasan dibuka karena ada rombongan pelajar Indonesia, mau bersekolah ke Lubok Antu, Malaysia. Dan hari ini memang hari pertama masuk sekolah di Malaysia," ujar Agato kepada rombongan MNC media dan MNC travel, yang kebetulan berada di lokasi. (Baca: Pilkada Serentak Ditunda, Bakal Ada Plt Kepala Daerah Massal)
Sebetulnya, kata Agato, selama masa pandemi hampir tidak ada sama sekali aktivitas pelintas di PLBN Badau, begitu juga di Pos Lintas Negara (PLB) Lubok Antu, Serawak Malaysia. Kendati begitu, PLBN Badau masih dibuka bagi pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Malaysia, dan juga warga negara Malaysia yang hendak pulang ke negaranya, dengan melewati serangkaian prosedur pengamanan maupun prosesscreening.
"Sesuai aturan keimigrasian, kita tidak bisa menolak pemulangan WNI dari Malaysia, begitu juga sebaliknya. Namun untuk aktivitas perlintasan yang lainnya, itu bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Apalagi aktivitas angkutan barang itu distop total," kata Agato.
Pagi-pagi sekali, Kepala (Administrator) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kalimantan Barat, Agato Limat sudah terlihat sibuk. Bersama puluhan anak buahnya berikut petugas dari bea cukai, imigrasi, karantina, perhubungan hingga Satgas Pamtas RI-Malaysia, sudah bersiaga.
"Hari ini pintu perbatasan dibuka karena ada rombongan pelajar Indonesia, mau bersekolah ke Lubok Antu, Malaysia. Dan hari ini memang hari pertama masuk sekolah di Malaysia," ujar Agato kepada rombongan MNC media dan MNC travel, yang kebetulan berada di lokasi. (Baca: Pilkada Serentak Ditunda, Bakal Ada Plt Kepala Daerah Massal)
Sebetulnya, kata Agato, selama masa pandemi hampir tidak ada sama sekali aktivitas pelintas di PLBN Badau, begitu juga di Pos Lintas Negara (PLB) Lubok Antu, Serawak Malaysia. Kendati begitu, PLBN Badau masih dibuka bagi pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Malaysia, dan juga warga negara Malaysia yang hendak pulang ke negaranya, dengan melewati serangkaian prosedur pengamanan maupun prosesscreening.
"Sesuai aturan keimigrasian, kita tidak bisa menolak pemulangan WNI dari Malaysia, begitu juga sebaliknya. Namun untuk aktivitas perlintasan yang lainnya, itu bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Apalagi aktivitas angkutan barang itu distop total," kata Agato.
Lihat Juga :