36 desa di Kabupaten Blitar terancam kekeringan

Rabu, 25 September 2013 - 19:50 WIB
36 desa di Kabupaten...
36 desa di Kabupaten Blitar terancam kekeringan
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya 36 desa di enam kecamatan, wilayah Kabupaten Blitar bagian selatan, mulai terancam kekeringan. Sebagian besar warga di wilayah itu mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, mandi, mencuci dan membuang hajat (MCK).

"Sesuai peta bencana badan penanggulangan daerah (BPBD), 36 desa itu merupakan wilayah yang rawan kekeringan," ujar Kepala Bagian Humas Pemkab Blitar Joni Setiawan, kepada wartawan, Rabu (25/9/2013).

Secara geografis, Kecamatan Wates, Binangun, Panggungrejo, Wonotirto, Bakung, dan Kademangan, merupakan daerah dataran tinggi. Alam yang sebagian besar berupa perbukitan kapur, terjal, dan tandus, mengakibatkan mata air di kawasan ini sulit ditemukan.

Diduga hal itulah yang membuat kekeringan menjadi ancaman alamiah yang rutin terjadi setiap kemarau datang. Tidak hanya kebutuhan MCK, kekeringan juga mengancam kehidupan agraris warga yang sepenuhnya bergantung dari curah hujan (tadah hujan).

Menurut keterangan Joni, saat ini Pemkab Blitar telah membangun kerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memberikan pasokan air bersih ke Blitar selatan. "Setiap desa telah berkoordinasi dengan BPBD untuk memenuhi kebutuhan air bersih," terangnya.

Selain uluran bantuan air bersih, pemkab melalui BPBD juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk penanganan bencana kekeringan.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kabupaten Blitar M Ansori mengatakan, selain bantuan air bersih, pemerintah hendaknya segera membangun infrastruktur yang berkaitan dengan air bersih. Sebab jika tidak, ancaman kekeringan akan membayangi masyarakat Blitar setiap tahun.

"Solusi satu-satunya adalah membangun infrastruktur terkait air bersih. Sebab masalah yang dihadapi adalah alam, dan berlangsung rutin setiap tahun," tepisnya.
(san)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
7 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
7 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
8 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
9 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
9 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
12 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved