Pura Besakih masuk kawasan strategis pariwisata nasional

Rabu, 25 September 2013 - 18:18 WIB
Pura Besakih masuk kawasan...
Pura Besakih masuk kawasan strategis pariwisata nasional
A A A
Sindonews.com - Dimasukkannya Pura Besakih di Kabupaten Karangasem, Bali dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) terus memunculkan kontroversi di masyarakat.

Beberapa kelompok ormas yang kontra sebelumnya menolak dimasukkannya Pura Besakih ke KSPN karena hal dinilai sarat kepentingan komersial dengan menjual pura yang suci itu demi keuntungan pariwisata semata.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Utama Desa Pekraman MUDP Jero Gede Suwena Putus Upadesa menegaskan, seluruh Desa Pakraman di Bali harus tahu betul apa saja yang dibangun di wilayah desanya.

Masuknya Kawasan Besakih dalam KSPN, kata dia, hendaknya tetap harus dikawal betul agar jangan sampai terjadi pengembangan kawasan yang bertentangan dengan nilai-nilai adat dan budaya dalam agama Hindu.

Hal sama disampaikan Petaju Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali Petaju MUDP Ida I Dewa Gede Ngurah Swasta, sebagai lembaga adat yang mengayomi desa adat di seluruh Bali menyayangkan persepsi miring di balik masalah tersebut.

Dia tidak sependapat atas tuduhan sebagian kalangan bahwa Pemerintah Provinsi Bali dan Gubernur Made Mangku Pastika menjual kawasan suci Pura Besakih masuk dalam KSPN.

"Tuduhan itu tidak masuk akal, gubernur mengerti hukum, mengerti adat dan istiadat dan agama Hindu. Dia orang Bali, tidak sebodoh itu apalagi mau menjual Pura Besakih," tukasnya ditemui di sebuah acara di Denpasar Rabu (25/9/2013).

Dia meyakini, apa yang ditudingkan sebagian kalangan selama ini bahwa gubernur dan pemerintah telah menjual Pura Besakih adalah persepsi yang salah.

Dalam kesempatan sama, Direktur Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Kebudayaan Gede Pitana menjelaskan, secara nasional ada 88 kawasan wisata yang sudah ditetapkan menjadi KSPN di mana 11 lokasi di antaranya berada di Bali. Dari 11 lokasi itu, satunya adalah kawasan Besakih.

"Kita berharap tidak perlu terlalu cemas dengan masuknya Kawasan Besakih masuk dalam KSPN, Semuanya sudah sesuai UU dan peratuan yang ada," katanya.

Semua pengembangan yang dilakukan, sambung Pitana, disesuaikan dengan keunggulan dan potensi lokal atau daerah masing-masing.

"Di kawasan Besakih, tentu saja merupakan wisata religi sehingga pengembangannya juga akan mengarah ke wisata religi," imbuhnya.
(rsa)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata Populer...
5 Destinasi Wisata Populer di Dago Bandung, Tebing Keraton Jadi Fovorit
Daruma Pool and Coffee...
Daruma Pool and Coffee Destinasi Wisata Keluarga Baru di Tangerang
Wisata Argosari Lumajang,...
Wisata Argosari Lumajang, Desa di Atas Awan dengan Banyak Pesona
Deretan Wisata Religi...
Deretan Wisata Religi Bukit Doa Mahawu Sulawesi Utara, Ada Gua Bunda Maria
Sensasi Wisata Sarat...
Sensasi Wisata Sarat Fantasi di Sentosa Sensoryscape, Landmark Baru Singapura
5 Pesona Desa Sembalun...
5 Pesona Desa Sembalun yang Jadi Destinasi Bulan Madu Halal, bak Surga Dunia
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
52 menit yang lalu
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
5 jam yang lalu
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
6 jam yang lalu
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
6 jam yang lalu
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
6 jam yang lalu
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
6 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved