Ini pesawat tanpa awak generasi ketiga buatan UGM

Rabu, 25 September 2013 - 15:52 WIB
Ini pesawat tanpa awak...
Ini pesawat tanpa awak generasi ketiga buatan UGM
A A A
Sindonews.com - UGM telah menyelesaikan pembuatan pesawat tanpa awak generasi ketiga yang diberi nama Camar Biru. Pesawat hasil pengembangan teknologi sebelumnya ini dibuat sebagai prototipe untuk kepentingan sipil.

"Pengembangan pesawat tanpa awak ini sebenarnya sudah kami mulai sejak 2011 lalu. Dan segi teknologi dan kemanfaatannya, pesawat yang ini tentu lebih baik dari dua generasi sebelumnya," ujar Dosen Pembimbing Tim Force Teknik Mesin UGM, Dr Gesang Nugroho, Rabu (25/9/2013).

Ditemui di sela-sela Peluncuran Pesawat Tanpa Awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Camar Biru di lapangan GSP UGM, Gesang memaparkan, Camar Biru telah dilengkapi dengan micro controler dan empat macam sensor.

Keempatnya ialah GPS untuk tracking posisi pesawat, IMU untuk stabilisasi pesawat, Barometrik sebagai sensor ketinggian dan Air Speed Sensor untuk kecepatan.

"Untuk terbang, pesawat ini memang masih kami desain diterbangkan dengan manual. Namun setelah mengudara, kontrol berubah menjadi otomatis. Begitu juga saat mendarat. Ini untuk mengurangi risiko pesawat menabrak orang atau bangunan di sekitarnya. Pesawat ini memang sudah kami lengkapi dengan software yang membuatnya mampu terbang secara otomatis," jelasnya.

Kecepatan rata-rata pesawat Camar Biru mencapai 60km/jam. Pesawat juga dilengkapi dengan kamera video yang mampu merekam maupun mengirim gambar secara langsung (live video).

Jarak tempuh pesawat masih berkisar di 8km dengan durasi sekira 15 menit. Ketinggian maksimal yang bisa dicapai ialah 600meter.

"Selama ini kami hanya menerbangkannya sekira 200 meter karena untuk mencapai lebih dari itu kami harus meminta izin karena sudah mencapai zona penerbangan formal. Kelebihan lainnya ialah pesawat ini sudah bisa membangun peta dengan mozaik foto," tuturnya.

Untuk melengkapi kemanfaatannya bagi kepentingan sipil, Camar Biru telah memiliki kemampuan mampu membawa dan menjatuhkan benda pada posisi yang diinginkan. Dengan begitu, pesawat ini bisa dimanfaatkan untuk pemantauan lalu lintas, daerah bencana, lahan pertanian maupun gunung berapi.

Pesawat juga bisa untuk membantu tim SAR mencari korban di lautan atau sebagai pesawat patroli daerah perbatasan maupun laut.
(rsa)
Berita Terkait
Uji Coba Taksi tanpa...
Uji Coba Taksi tanpa Sopir di Tiongkok
VIDA Luncurkan Teknologi...
VIDA Luncurkan Teknologi Autentifikasi untuk Cegah Penipuan Ambil Alih Akun
MariaDB Perkuat Kehadiran...
MariaDB Perkuat Kehadiran di Indonesia, Gandeng Wahana Piranti Teknologi
Kolaborasi DTI dan Singapura,...
Kolaborasi DTI dan Singapura, Yudhistira Siap Jadi Hub AI Regional
Inovasi Digital Generasi...
Inovasi Digital Generasi Muda di Hacking Day
PT Yonyou Network Indonesia...
PT Yonyou Network Indonesia Dorong Implementasi AI di Dunia Usaha Lewat Customer Connect 2026
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Kenapa Pesawat...
Ini Alasan Kenapa Pesawat Mata-mata Blackbird SR-71 Dipensiunkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved