Pemkot Solo harap kualitas raskin reguler diperbaiki

Senin, 16 September 2013 - 15:17 WIB
Pemkot Solo harap kualitas...
Pemkot Solo harap kualitas raskin reguler diperbaiki
A A A
Sindonews.com - Kualitas beras miskin reguler program pemerintah pusat dinilai kurang baik. Berbeda jauh dengan kualitas beras program raskin premium gagasan Pemerintah Kota Solo.
Akibatnya, tak jarang dua program itu melahirkan kecemburuan antar warga.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Solo Triyana mengakui timpangnya kualitas beras di dua program bantuan itu rawan memicu kecemburuan.

Pada program raskin reguler dari pemerintah pusat, pemkot kerap menemui keluhan terkait kualitas buruk beras. Bukan tidak mungkin penerima raskin reguler ingin berpindah ke program raskin premium karena faktor tersebut.

Untuk itulah pemkot mengusulkan opsi perbaikan kualitas beras bantuan pusat supaya tak terjadi kisruh data sasaran.

“Hak penerima raskin reguler hanya bisa berpindah di satu KK. Namun tidak bisa bergeser ke program raskin premium. Pusat memiliki konsep sendiri tentang raskin reguler, begitu pula pemkot dengan raskin premium. Data base penerima bantuan masing-masing program berbeda,” jelasnya, Senin (16/9/2013).

Dia memastikan tidak akan terjadi dobel penerima bantuan karena dilakukan pemisahan data antara Badan Pusat Statistik (BPS) untuk raskin reguler dengan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo untuk raskin premium.

Adapun usulan perbaikan raskin reguler akan disampaikan ke Biro Administrasi Perekonomian Setda Pemprov Jateng agar nantinya diteruskan ke pemerintah pusat.

Untuk diketahui, dugaan penyelewengan raskin reguler mencuat dengan indikasi jual beli beras tersebut dan sistem bagita (bagi rata).

“Kualitas raskin reguler saat ini jauh lebih baik jika dibanding beberapa bulan lalu. Respons Bulog juga cepat. Jika warga mengeluh beras tidak layak makan, langsung diganti,” jelasnya.

Mulai Oktober, raskin premium akan didistribusikan ke 17.259 keluarga miskin penerima surat keputusan (SK) wali kota. APBD Perubahan mengalokasikan Rp2,1 miliar untuk jatah 5 kilogram beras per keluarga per bulan sampai Desember.
(lns)
Berita Terkait
Tabanan Gempar, 2 Orang...
Tabanan Gempar, 2 Orang Terima Raskin Pulangnya Naik Mobil Toyota Terios
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
29 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
40 menit yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Lima Kota dengan Kualitas...
Lima Kota dengan Kualitas Udara Terbaik di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved