Pasuruan jadi model gencatan konflik Sunni-Syiah

Jum'at, 13 September 2013 - 20:02 WIB
Pasuruan jadi model...
Pasuruan jadi model gencatan konflik Sunni-Syiah
A A A
Sindonews.com - Penyelesaian konflik antar paham Islam di Kabupaten Pasuruan akan dijadikan model dalam meredam gejolak yang kerap muncul di daerah lain.

Penyelesaian yang melibatkan para tokoh agama, ormas dan ulama dianggap jitu meredam konflik Syiah dan Sunni yang juga pernah terjadi di Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan, Barnoto, mengungkapkan, saat ini Puslitbang Kemenag RI tengah mempelajari dan meneliti penyelesaian konflik antar paham tersebut.

Dari delapan propinsi yang diteliti, Kabupaten Pasuruan menjadi satu-satunya daerah di Jatim yang menjadi studi kasus penyelesaian konflik tersebut.

"Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu daerah akan dianggap mampu meredam gejolak dan konflik antar faham tersebut. Penyelesaian ini akan dijadikan model Kemenag RI dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia," kata Barnoto.

Menurut Barnoto, paska penyerangan Ponpes Yapi yang menjadi basis Syiah, kalangan alim ulama dan ormas Islam langsung melakukan koordinasi untuk meredam gejolak lanjutan.

Bahkan kedua belah penganut faham yang berbeda bisa disatukan untuk menandatangani kesepakatan bersama untuk saling menjaga ketertiban.

"Langkah-langkah persuasif dari kalangan ulama dan ormas Islam dalam menjaga ketertiban dan kerukunan inilah yang dijadikan dasar dan contoh bagi Puslitbang Kemenag RI dalam menyelesaikan konflik," tandas Barnoto.

Ketua PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan, KH Shonhaji Abdussomad, menyatakan, salah satu opsi solusi penyelesaian konflik adalah membentengi diri agar tidak mudah terpancing tindakan provokatif dari pihak luar.

Seperti kesepakatan yang ditandatangani ulama dan ormas Islam, setiap kegiatan penganut faham tersebut tidak dilakukan dengan disiarkan secara luas.

Karena penganut ajaran masing-masing golongan tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda. Sehingga dapat mudah menyulut emosi dari penganut faham yang berbeda.

"Masing-masing pihak harus bisa menjaga diri, tidak melecehkan faham lain. Jika melakukan kegiatan, cukup dikalangan internal, tidak melakukan konvoi yang dapat memicu tindakan provokasi," tandas Gus Shon, panggilannya.

Menurutnya, kepatuhan menerapkan kesepakatan bersama antar pihak yang bersengketa sangat efektif dalam menjaga kerukunan umat beragama. Kalangan ulama dan ormas Islam, berkewajiban melakukan tindakan preventif dan mengingatkan para pihak jika muncul benih-benih perselisihan antar faham agama.
(lns)
Berita Terkait
Kisah Imam Abu Hanifah...
Kisah Imam Abu Hanifah Menyadarkan Seorang Pengikut Syiah
Kisah Shalahuddin Al...
Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyerang Negeri Pengikut Syiah al-Ismailiyyah
Pimpinan dan Pengikut...
Pimpinan dan Pengikut Aliran Syiah Sampang Kembali ke Ahlus Sunnah Wal Jamaah
AS Ungkap 80 Lokasi...
AS Ungkap 80 Lokasi Milisi Syiah yang Hendak Diserang di Irak
3 Negara yang Diserang...
3 Negara yang Diserang Iran, 2 Target Adalah Sekutu Syiah Terdekat
Kilang Minyak Israel...
Kilang Minyak Israel di Haifa Diserang oleh Pejuang Syiah Irak
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
54 menit yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
2 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
4 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved