Biaya pembuatan SKCK di OKI tembus Rp100 ribu

Jum'at, 13 September 2013 - 14:30 WIB
Biaya pembuatan SKCK...
Biaya pembuatan SKCK di OKI tembus Rp100 ribu
A A A
Sindonews.com - Banyaknya masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang datang ke Mapolres OKI untuk membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk memperoleh keuntungan.

Bayangkan, setiap orang yang ingin membuat SKCK, diwajibkan harus mengeluarkan uang hingga Rp100 ribu.

Hal ini tentu menyalahi peraturan pemerintah, karena sesuai dengan Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor : 50 tahun 2010, Tanggal : 25 Mei 2010, jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada kepolisian negara Republik Indonesia. Untuk penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) per penerbitan Rp10 ribu. Sementara untuk penerbitan kartu sidik jari (Indonesia automatic fingerprint identification system card/inafis card) per kartu Rp35 ribu.

Jika dikalkulasi untuk membuat SKCK seharusnya cukp menghabiskan biaya Rp45 ribu untuk Kartu Sidik Jari dan SKCK. Tetapi Berdarkan keterangan masyarakat yang datang untuk membuat SKCK di Polres OKI, saat membuat kartu sidik jari, mereka dipungut Rp50 ribu dan SKCK dipungut Rp50 ribu.

Menurut Sukardi, warga Lempuing Jaya OKI, saat mendampingi anaknya membuat SKCK di Polres OKI, Jumat (13/9/2013) mengakui kalau dirinya harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp100 ribu untuk membuat SKCK anaknya.

”Anak saya mau ikut tes CPNS di Pemkab OKI, untuk melengkapi persyaratan, harus ada SKCK, karena buat baru harus membuat kartu sidik jari, saat membuat kartu sidik jari dipungut Rp50 ribu, kemudian membuat SKCK dipungut lagi Rp50 ribu,” katanya.

Walaupun biaya itu dua kali lipat dari biaya sebenarnya, Sukardi tidak keberatan, yang penting menurut dia, anaknya mendapatkan SKCK dan bisa mendaftar CPNS.

”Kalau kami secara pribadi tidak terlalu keberatan dengan biaya itu, yang penting anak saya dapat SKCK,” terangnya

Terkait besaran biaya pembuatan SKCK, Kasat Intel Polres OKI AKP Eko Susanto saat dikonfirmasi mengakui jika masyarakat yang membuat SKCK beberapa bulan terakhir ini sangat membludak.

”Kalau biasanya dalam sehari yang membuat SKCK hanya 10-20 orang, sekarang setiap hari bisa mencapai Rp 50-70 perharinya,” katanya.

Namun, pihaknya menyangkal jika biaya pembuatan SKCK itu Rp100 ribu. Menurutnya, pihaknya tetap menarik biaya pembuatan SKCK sesuai dengan peraturan pemerintah tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

”Untuk sidik jari Rp35 ribu dan SKCK Rp10 ribu. Tidak ada biaya sampai Rp100 ribu," bilangnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Kapolres OKI, AKBP Erwin Rachmat, pihaknya mengaku akan menindak tegas jika ditemukan adanya oknum-oknum yang bermain dan memanfaatkan kebutuhan warga untuk membuat SKCK.

“Kita berusaha untuk tetap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat termasuk pelayanan pembuatan SKCK, mari kita awasi bersama proses pembuatan SKCK jangan sampai ada pungutan liar di saat ramainya masyarakat untuk membuat sidik jari dan SKCK,” terang Kapolres.
(rsa)
Berita Terkait
Putri Gus Dur: Jadikan...
Putri Gus Dur: Jadikan Humor sebagai Barang Bukti Adalah Kegagalan
Ini Modus Oknum Perwira...
Ini Modus Oknum Perwira Polisi yang Ditangkap karena Gelapkan 83 Mobil
Periksa Pengunggah Guyonan...
Periksa Pengunggah Guyonan Gus Dur, Polisi Dikecam Gusdurian
Diduga Tangkap Warga...
Diduga Tangkap Warga Tanpa Bukti, Mapolsek Dringu Digeruduk Massa
Mobil Hasil Penggelapan...
Mobil Hasil Penggelapan Iptu HA Capai 115 Unit, Korban Dipersilakan Datang ke Polda Kepri
2 Oknum Polisi Aniaya...
2 Oknum Polisi Aniaya Warga, Kapolres Aceh Timur Minta Maaf ke Korban
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved