Bagini cara Ridwan Kamil perlakukan PSK di Bandung
Senin, 09 September 2013 - 15:34 WIB
Bagini cara Ridwan Kamil perlakukan PSK di Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Wali Kota Bandung terpilih Ridwan Kamil akan melakukan alih fungsi terhadap lokalisasi Saritem. Bagi penghuninya, mereka tidak akan "dibasmi". Sebaliknya, para PSK itu akan "dirawat" dengan baik supaya tidak kembali ke dunia malam.
"Pekerjaan rumah besar saya di Kota Bandung adalah menangani 500 ribu orang miskin. Termasuk penanganan para pekerja di lokalisasi," ujar Ridwan Kamil, kepada wartawan, Senin (9/9/2013).
Ditambahkan dia, untuk mengatasi itu semua, pihaknya telah menyiapkan program satu kampung satu produk. Program ini akan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk mengatasi permasalahan tenaga kerja.
Nantinya, program itu akan mengedepankan usaha home industri dengan satu tema pekerjaan yang dikerjakan oleh masyarakat di suatu daerah.
"Misalkan ada sebuah produk yang laku, seperti keripik singkong. Nah nanti satu kampung itu semuanya bikin keripik singkong. Jadi mengerkan keripik singkong bukan di pabrik, tapi didaerahnya masing-masing," bebernya.
Ditanya lebih spesifik mengenai para PSK di Saritem, RK mengatakan, hal itu akan sama berlaku untuk para PSK. "Sama saja, nanti kita tinggal sambungkan antara konsep (produk) dan masyarakat sekitarnya," ucapnya.
Selain para PSK yang berada di Saritem, pihaknya juga akan membenahi dan melakukan pembinaan terhadap para PSK yang berada di pinggir jalan Kota Bandung.
Seperti diketahui, ada beberapa jalan di Kota Bandung yang sering menjadi tempat mangkal para PSK, diantaranya adalah kawasan Stasiun Bandung, depan Pasar Baru, Lapangan Tegalega, Kebon Kalapa, dan alun-alun Kota Bandung.
"Pekerjaan rumah besar saya di Kota Bandung adalah menangani 500 ribu orang miskin. Termasuk penanganan para pekerja di lokalisasi," ujar Ridwan Kamil, kepada wartawan, Senin (9/9/2013).
Ditambahkan dia, untuk mengatasi itu semua, pihaknya telah menyiapkan program satu kampung satu produk. Program ini akan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk mengatasi permasalahan tenaga kerja.
Nantinya, program itu akan mengedepankan usaha home industri dengan satu tema pekerjaan yang dikerjakan oleh masyarakat di suatu daerah.
"Misalkan ada sebuah produk yang laku, seperti keripik singkong. Nah nanti satu kampung itu semuanya bikin keripik singkong. Jadi mengerkan keripik singkong bukan di pabrik, tapi didaerahnya masing-masing," bebernya.
Ditanya lebih spesifik mengenai para PSK di Saritem, RK mengatakan, hal itu akan sama berlaku untuk para PSK. "Sama saja, nanti kita tinggal sambungkan antara konsep (produk) dan masyarakat sekitarnya," ucapnya.
Selain para PSK yang berada di Saritem, pihaknya juga akan membenahi dan melakukan pembinaan terhadap para PSK yang berada di pinggir jalan Kota Bandung.
Seperti diketahui, ada beberapa jalan di Kota Bandung yang sering menjadi tempat mangkal para PSK, diantaranya adalah kawasan Stasiun Bandung, depan Pasar Baru, Lapangan Tegalega, Kebon Kalapa, dan alun-alun Kota Bandung.
(san)