Laporan ke polisi dicuekin, Tince minta keadilan
Jum'at, 06 September 2013 - 17:39 WIB
Laporan ke polisi dicuekin, Tince minta keadilan
A
A
A
Sindonews.com - Kekerasan rumah tangga kerap melanda pasangan wanita. Seperti yang dialami Tince Erang (23), warga Tanjung Agung Selatan, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Sudah tiga bulan wanita ini menunggu keadilan. Laporan Tince yang diduga dianiaya keluarga suaminya kepada aparat hukum belum ada kejelasan. Dia pun mengadukan hal itu kepada keluarganya yang merupakan anggota DPRD Muba.
Dalam keterangannya, Tince mengaku peristiwa penganiayaan dirinya tersebut terjadi pada Hari Sabtu 1 Juni 2013. Saat itu, Tince dan suaminya Armet terlibat cekcok mulut. Hal ini berawal saat Tince meminta uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga. “Waktu aku minta uang, dia (suami) marah-marah. Aku jadi kesal,” ujarnya, Jumat (6/9/2013).
Ditambahkan dia, mereka sudah pisah ranjang sejak 10 bulan sebelum peristiwa tersebut. Hal ini, lantaran suaminya tidak pernah lagi menafkahinya dan memiliki kebiasaan buruk, main judi dan narkoba. Bahkan sudah jarang pulang ke rumah.
Namun entah mengapa, setelah cekcok mulut dengan suaminya itu, tidak berapa lama dia didatangi adik suami dua orang dan mereka melakukan penganiayaan kepada dirinya. “Aku dipukul, ditendang berkali-kali pak,” bebernya.
Setelah puas menganiaya Tince, keluarga suami itu pun pulang. Sedangkan Tince, ditinggalkan dalam kondisi muka lembam. Siangnya, dia pun melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Lais.
Dari keterangannya tersebut, Tince sempat mendapatkan perawatan dan visum di puskesmas. Bahkan luka lembam di wajahnya pun sempat di foto sebagai bukti pengaduannya tersebut ke pihak kepolisian.
Namun dirinya mendapatkan intimidasi dari pihak keluarga suami yang mengatakan jika laporan tersebut tidak akan ditindaklanjuti, karena keluarga mereka memiliki hubungan dekat dengan sejumlah aparat dan pejabat.
“Aku bingung pak, dan sekarang minta keadilan. Karena semenjak aku laporkan kasus penganiayaan aku tidak ada kejelasan sampai sekarang,” tandas Tince yang memiliki 1 orang anak tersebut.
Tince pun sudah menanyakan kasus tersebut ke oknum anggota polisi inisial Z yang saat ini menangani kasusnya. Namun lagi-lagi jawaban yang diterima tidak memuaskan. Bahkan, oknum polisi tersebut mengaku tidak tahu dan mengatakan sudah dikirim ke kejaksaan.
"Sampai sekarang tidak ada ujung pangkalnya, apakah kasus tersebut akan disidangkan atau tidak. Pikiran aku jadi tidak tenang, dan nafsu makan terus menurun,” sedihnya didampingi pamannya Irawan.
Sementara itu, Anggota DPRD Muba Astawiellah menuturkan, pihaknya berkomitmen membantu menyelesaikan kasus keluarganya tersebut hingga tuntas. Namun sudah tiga bulan ini belum ada kejelasan terhadap kasus tersebut.
"saya harapkan semua pihak dapat membantu menyelesaikan secara hukum. Sudah tiga bulan tidak ada perkembangan kasus itu,” bebernya.
Sudah tiga bulan wanita ini menunggu keadilan. Laporan Tince yang diduga dianiaya keluarga suaminya kepada aparat hukum belum ada kejelasan. Dia pun mengadukan hal itu kepada keluarganya yang merupakan anggota DPRD Muba.
Dalam keterangannya, Tince mengaku peristiwa penganiayaan dirinya tersebut terjadi pada Hari Sabtu 1 Juni 2013. Saat itu, Tince dan suaminya Armet terlibat cekcok mulut. Hal ini berawal saat Tince meminta uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga. “Waktu aku minta uang, dia (suami) marah-marah. Aku jadi kesal,” ujarnya, Jumat (6/9/2013).
Ditambahkan dia, mereka sudah pisah ranjang sejak 10 bulan sebelum peristiwa tersebut. Hal ini, lantaran suaminya tidak pernah lagi menafkahinya dan memiliki kebiasaan buruk, main judi dan narkoba. Bahkan sudah jarang pulang ke rumah.
Namun entah mengapa, setelah cekcok mulut dengan suaminya itu, tidak berapa lama dia didatangi adik suami dua orang dan mereka melakukan penganiayaan kepada dirinya. “Aku dipukul, ditendang berkali-kali pak,” bebernya.
Setelah puas menganiaya Tince, keluarga suami itu pun pulang. Sedangkan Tince, ditinggalkan dalam kondisi muka lembam. Siangnya, dia pun melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Lais.
Dari keterangannya tersebut, Tince sempat mendapatkan perawatan dan visum di puskesmas. Bahkan luka lembam di wajahnya pun sempat di foto sebagai bukti pengaduannya tersebut ke pihak kepolisian.
Namun dirinya mendapatkan intimidasi dari pihak keluarga suami yang mengatakan jika laporan tersebut tidak akan ditindaklanjuti, karena keluarga mereka memiliki hubungan dekat dengan sejumlah aparat dan pejabat.
“Aku bingung pak, dan sekarang minta keadilan. Karena semenjak aku laporkan kasus penganiayaan aku tidak ada kejelasan sampai sekarang,” tandas Tince yang memiliki 1 orang anak tersebut.
Tince pun sudah menanyakan kasus tersebut ke oknum anggota polisi inisial Z yang saat ini menangani kasusnya. Namun lagi-lagi jawaban yang diterima tidak memuaskan. Bahkan, oknum polisi tersebut mengaku tidak tahu dan mengatakan sudah dikirim ke kejaksaan.
"Sampai sekarang tidak ada ujung pangkalnya, apakah kasus tersebut akan disidangkan atau tidak. Pikiran aku jadi tidak tenang, dan nafsu makan terus menurun,” sedihnya didampingi pamannya Irawan.
Sementara itu, Anggota DPRD Muba Astawiellah menuturkan, pihaknya berkomitmen membantu menyelesaikan kasus keluarganya tersebut hingga tuntas. Namun sudah tiga bulan ini belum ada kejelasan terhadap kasus tersebut.
"saya harapkan semua pihak dapat membantu menyelesaikan secara hukum. Sudah tiga bulan tidak ada perkembangan kasus itu,” bebernya.
(san)