Anggota Banser geruduk Mapolsek Sentolo

Selasa, 03 September 2013 - 15:19 WIB
Anggota Banser geruduk...
Anggota Banser geruduk Mapolsek Sentolo
A A A
Sindonews.com – Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kulonprogo mendatangi Kantor Polsek Sentolo. Kedatangan mereka ini ingin menanyakan tindak lanjut kasus pengeroyokan terhadap anggota Banser oleh orang mengaku dari Paguyuban Ngombe Ciu (Pangunci).

Anggota Banser ini datang mengendarai belasan sepeda motor, juga dua mobil Isuzu Panther dan satu pikap.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kulonprogo Didik Khomeidi mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Mapolsek Sentolo untuk menanyakan perkembangan pengeroyokan terhadap Andreas, 24 Agustus silam.

“Kami ingin mempertanyakan sekaligus mendukung kepolisian untuk mengungkap kasus ini tanpa pandang bulu. Karena kami mendapat info jika pelaku pengeroyokan dibekingi oknum,” kata Didik, Selasa (3/9/2013).

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan Kapolsek, sejauh ini kepolisian sudah menetapkan dua tersangka dari kasus itu. Satu ditahan namun satu lagi tidak ditahan karena masih di bawah umur dan masih sekolah.

Namun demikian, dia meyakini pelaku pengeroyokan lebih dari 10 orang bahkan mungkin mencapai 15 orang.

Angka itu didapat dari keterangan korban yang mengaku dikeroyok tidak hanya di satu titik lokasi saja. Melainkan juga di beberapa titik lokasi lain.

“Kami akan terus mengawal kasus ini dan akan memberikan advokasi bagi korban karena GP Ansor kan punya LBH Ansor. Kami akan optimalkan itu,” kata Didik.

Sementara itu, Kapolsek Sentolo Kompol Budi Susilatno mengatakan, sejauh ini tersangka pengeroyokan Andreas memang baru dua orang.

Namun tersangka dimungkinkan bertambah bila ada bukti baru yang menguatkan dugaan itu. Dia meminta Banser membantu kepolisian mengungkap pelaku lainnya.

Menurut Budi, penanganan kasus pengeroyokan masih on the track. Dia menjamin penanganan kasus itu bebas intervensi. Dia juga memastikan isu tersangka dibekingi aparat tidaklah benar.

“Tidak zaman lagi oknum berlindung dibalik organisasi untuk kepentingan pribadi. Jadi tiak ada beking-bekingan,” tegasnya.
(lns)
Berita Terkait
Sopir di Makassar Dikeroyok...
Sopir di Makassar Dikeroyok Karena Dituduh jadi Informan Polisi
Warga Bajoe Diduga Jadi...
Warga Bajoe Diduga Jadi Korban Pengeroyokan 3 Oknum TNI
Keroyok Petugas Tol...
Keroyok Petugas Tol saat Antar Jenazah, Empat Pria Diamankan Polisi
Kasus Pengeroyokan Remaja...
Kasus Pengeroyokan Remaja di Dalam Warnet Berujung Damai
Pemuda di Makassar Dikeroyok...
Pemuda di Makassar Dikeroyok 5 Bersaudara Hingga Jarinya Putus
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan...
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan Relawan Ganjar-Mahfud oleh Oknum TNI di Boyolali
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved