Pintar bikin anak, tak mahir kerja di pabrik

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 17:42 WIB
Pintar bikin anak, tak...
Pintar bikin anak, tak mahir kerja di pabrik
A A A
Sindonews.com - Tidak adanya keahlian dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Karawang, mengakibatkan kalahnya warga asli dengan tenaga kerja dari luar daerah dalam persaingan kerja.

Alhasil, laju pertumbuhan penduduk Karawang meningkat sangat tajam. Hal ini masih ditambah dengan banyaknya warga di luar daerah itu yang bekerja dan berpindah rumah, di kawasan pabrik.

Terkena dampak langsung persaingan kerja, warga asli Karawang lebih memilih memproduksi anak. Hal itu tercatat dari jumlah kelahiran bayi yang sangat tinggi di wilayah ini.

"Pemicu tingginya pendatang ke Karawang, adalah ketidaksiapan warga asli dalam bersaing untuk memperoleh pekerjaan. Banyak perusahaan yang lebih senang merekrut tenaga dari luar daerah, karena etos kerja mereka lebih bagus," ujar Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Jajat Kusnadi, kepada wartawan, Sabtu (31/8/2013).

Ditambahkan dia, sebenarnya pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi dapur warga asli Karawang. Diantaranya dengan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.1 tahun 2011 tentang Pengaturan Porsi Penerimaan Tenaga Kerja.

"Dalam Perda tersebut, setiap perusahaan wajib memprioritaskan warga Karawang dalam rekrutmen tanaga kerjanya. Porsinya adalah 60 persen untuk warga Karawang, dan 40 persen bagi warga pendatang," jelasnya.

Kendati bagus, upaya pemerintah dirasa masih sangat kurang. Sebab, tidak menyediakan dan menggiatkan pelatihan-pelatihan kerja kepada warganya. Sehingga, saat ada persaingan bebas dengan tenaga kerja daerah lain, mereka menjadi kurang siap dan kalah bersaing.

"Kenyataanya masih banyak tenaga kerja asal Karawang yang kualitasnya tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga posisi yang dibutuhkan perusahaan diisi oleh warga dari luar daerah," akunya.

Sayangnya, langkah untuk menekan LPP Karawang, pemerintah daerah mengambil kebijakan kerjasama antar organisasi perangkat daerah (OPD). Hal itu dimaksudkan untuk mengendalikan kelahiran bayi, dan penertiban administrasi kependudukan.

"BKKBN harus mengoptimalkan pengendalian kelahiran bayi. Sementara Disnakertrans harus merealisasikan Perda No.1/2011 secara ketat. Kami juga akan menyusun regulasi tentang administrasi kependudukan yang ketat," sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karawang Eka Sanatha mengatakan, berdirinya pabrik di Karawang menjadi magnet tersendiri bagi warga pendatang untuk mencari kerja di kawasan itu. Banyak perusahaan yang merekrut pekerja dari luar daerah dibanding pekerja lokal yang rendah kualitasnya.

"Berdasarkan data, pada tahun 2012, warga pendatang yang tercatat mencapai 19.051 orang. Sementara angka kelahiran bayi tercatat 55.107 jiwa. Jika diakumulasikan, LPP Kabupaten Karawang menembus angka 74.158 orang pertahun atau mengalami peningkatan 3,8 persen," bebernya.

Dia melanjutkan, berdirinya pabrik di Kabupaten Karawang, menjadi daya tarik bagi pencari kerja untuk berbondong-bondong menetap dan tinggal di kawasan ini. Banyaknya pabrik dan angkatan kerja di kawasan ini, telah membuat Kerawang menjadi daerah industri besar di Asia Tenggara.

"Mereka yang datang ke Karawang tujuannya sudah pasti bekerja di pabrik. Sementara mereka yang datang ke wilayah Bogor, Tangerang, dan Bekasi, bisa menjadi pemulung, pedagang asongan, atau mungkin pengemis," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Pemkab Sleman Jemput...
Pemkab Sleman Jemput Bola bagi Layanan Kependudukan Penyandang Sosial
Heboh, Surat Kependudukan...
Heboh, Surat Kependudukan Susi Pudjiastuti Dijadikan Bungkus Gorengan
Kurang Pemahaman, Warga...
Kurang Pemahaman, Warga Masih Cetak KK di Kantor Catatan Sipil
Begini Cara Mengurus...
Begini Cara Mengurus Surat Pindah Domisili Terbaru
Kemendagri Permudah...
Kemendagri Permudah Transgender Dapatkan e-KTP
Penduduk China Bakal...
Penduduk China Bakal Menyusut 50 Persen dalam 80 Tahun, Karena Remaja Enggan Punya Anak
Berita Terkini
Berbagi Daging Kurban...
Berbagi Daging Kurban ke Panti Asuhan Tebet, AYP: HKTI Ingin Generasi Penerus Bangsa Selalu Sehat
14 menit yang lalu
PB IKA PMII Terima Bantuan...
PB IKA PMII Terima Bantuan Sapi Presiden, Salurkan 5.000 Paket Daging Ramah Lingkungan
30 menit yang lalu
Partai Perindo Sultra...
Partai Perindo Sultra Kurban 5 Sapi, Ferry Irawan: Bentuk Kepedulian kepada Masyarakat
55 menit yang lalu
Dharma Jaya Dukung Kelancaran...
Dharma Jaya Dukung Kelancaran Kurban PWNU DKI Jakarta di Momen Iduladha 2026
1 jam yang lalu
DKM Raudhatul Jannah:...
DKM Raudhatul Jannah: Bantuan Sapi dari MNC Peduli Sangat Membantu Warga
2 jam yang lalu
JICT Salurkan 44 Hewan...
JICT Salurkan 44 Hewan Kurban, Tegaskan Harmoni Pelabuhan dan Masyarakat Tanjung Priok
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved