Rabies serang Anjing Peking di Bali

Kamis, 29 Agustus 2013 - 16:42 WIB
Rabies serang Anjing...
Rabies serang Anjing Peking di Bali
A A A
Sindonews.com - Setelah menggigit tuannya, seekor anjing jenis peking di Kabupaten Gianyar, Bali ditemukan tewas dan belakangan diketahui positif terkena rabies.

Serangan virus rabies tidak hanya terhadap anjing lokal kasus agak langka terjadi pada seekor anjing jenis peking.

"Kami terima laporan, setelah anjing itu menggigit pemiliknya kemudian mati, dari sample BB-vet memang dipastikan positif rabies," jelas Kepala Dinas Peternakan Gianyar Made Raka dalam keterangan resminya, Kamis (29/8/2013).

Temuan anjing rabies ini berawal dari laporan Wayan Darmaja (43) warga di Banjar Dlod Tangluk, Gianyar yang mengaku digigit anjing piaraannya itu.

Diketahui, anjing itu dibeli dari pedagang anjing jalanan yang berjualan di sekitar di Pasar Sukawati, Gianyar pada Minggu, 11 Agustus 2013.

Umur anjing jantan berwarna hitam biru sekira delapan bulan kemudian dipelihara Darmaja.

Sekira tanggal 12 Agustus, anjing menggigit tangan kiri Darmaja dan kemudian menunjukkan gejala klinis rabies seperti mengigit benda di sekitarnya.

"Anjing itu juga ketakutan terhadap cahaya dan ada gejala klinis lainnya," imbuh Petugas Penanggulangan Rabies Dinas Peternakan, Gianyar drh. I Gusti Ngurah Dibya Presata,

Setelah anjing mendapatkan vaksin anti Rabies di Puskesmas, tak lama kemudian ditemukan mati di kandang.

“Kami sempat uji sample otaknya ke BB-vet,” ujarnya.

Berdasar temuan itu, petugas Disnak Gianyar berupaya mencari identitas pemilik termasuk melacak riwayat anjing saat-saat terakhir sebelum ditemukan tewas.

Petugas menemukan keanehan pada anjing itu yang dijual murah oleh pedagang seharga Rp50 ribu, padahal harga di pasaran mencapai Rp2,5 juta

"Saya khawair, ada kesengajaan membuang anjing yang sudah menunjukkan gejala rabies," imbuh dia.

Pascakejadian itu, Disnak Gianyar melaksanakan vaksinasi massal dan eliminasi anjing liar yang ada di wilayah itu.

Informasinya, ada 14 anjing liar telah dieliminasi, sedang vaksinasi dilakukan terhadap 16 anjing lainnya.
(lns)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
12 menit yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
1 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
10 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
10 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved