Besok, 1.300 polisi siap amankan pelantikan Pastika
Rabu, 28 Agustus 2013 - 17:18 WIB
Besok, 1.300 polisi siap amankan pelantikan Pastika
A
A
A
Sindonews.com - Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta, Kamis (29/8/2013) besok, bakal mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Pasalnya, sebanyak 1.300 aparat kepolisian dari Polda Bali akan diterjunkan di acara yang hanya dihadiri 600 undangan tersebut.
Untuk memastikan kesiapan pengamanan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam sidang paripurna dewan, Polda Bali langsung melaksanakan gelar pasukan.
"Kami sudah siap mengamankan jalannya pelantikan besok. Personel Polresta dan Polda Bali sudah siap untuk pengamanan," ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hariadi, Rabu (28/8/2013).
Gelar pasukan yang digelar sore ini, dimaksudkan untuk mengecek kesiapan jajarannya dalam pengamanan pelantikan dan pengambilan sumpah gubernur dan wakil gubernur di DPRD Bali.
Disinggung jumlah personel yang diterjunkan, Hariadi menyebutkan pasukan itu adalah dua pertiga kekuatan Polda Bali. Jumlah kekuatan yang cukup banyak itu, kata dia, merupakan bagian dari keseluruhan pengamanan operasi Mantap Praja sesuai tahapan pilgub mulai masa pendaftaran cagub-cawagub, kampanye, minggu tenang, pencoblosan sampai saat pelantikan sekarang.
"Dua pertiga kekuatan saat ini sudah cukup, kita tetap akan sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," imbuhnya.
Selain pelibatan personel berbagai satuan dan fungsi, juga diterjunkan pasukan Brimob termasuk tim Gegana, serta kendaraan dan peralatan pendukung operasional untuk menghadapi huru hara seperti water canon, baracuda dan lainnya.
Selain itu, polisi juga akan mensterilkan lokasi pelantikan dari pihak yang tidak berkepentingan terutama dari radius di Gedung DPRD Bali di kawasan Renon, Denpasar.
"Pengamanan fokusnya di gedung tempat pelantikan, akan ada penutupan beberapa ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas, nanti dibantu TNI," imbuhnya.
Menjawab apakah pengamanan tersebut tidak berlebihan, mengingat jumlah polisi dua kali lipat dibanding jumlah undangan yang hadir, Hariadi menepis hal itu.
"Tidak lah, kami tetap mengerahkan kekuatan berdasar rencana operasi, itu sudah sesuai rencana kita, sudah cukup," tegasnya lagi.
Untuk memastikan kesiapan pengamanan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam sidang paripurna dewan, Polda Bali langsung melaksanakan gelar pasukan.
"Kami sudah siap mengamankan jalannya pelantikan besok. Personel Polresta dan Polda Bali sudah siap untuk pengamanan," ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hariadi, Rabu (28/8/2013).
Gelar pasukan yang digelar sore ini, dimaksudkan untuk mengecek kesiapan jajarannya dalam pengamanan pelantikan dan pengambilan sumpah gubernur dan wakil gubernur di DPRD Bali.
Disinggung jumlah personel yang diterjunkan, Hariadi menyebutkan pasukan itu adalah dua pertiga kekuatan Polda Bali. Jumlah kekuatan yang cukup banyak itu, kata dia, merupakan bagian dari keseluruhan pengamanan operasi Mantap Praja sesuai tahapan pilgub mulai masa pendaftaran cagub-cawagub, kampanye, minggu tenang, pencoblosan sampai saat pelantikan sekarang.
"Dua pertiga kekuatan saat ini sudah cukup, kita tetap akan sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," imbuhnya.
Selain pelibatan personel berbagai satuan dan fungsi, juga diterjunkan pasukan Brimob termasuk tim Gegana, serta kendaraan dan peralatan pendukung operasional untuk menghadapi huru hara seperti water canon, baracuda dan lainnya.
Selain itu, polisi juga akan mensterilkan lokasi pelantikan dari pihak yang tidak berkepentingan terutama dari radius di Gedung DPRD Bali di kawasan Renon, Denpasar.
"Pengamanan fokusnya di gedung tempat pelantikan, akan ada penutupan beberapa ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas, nanti dibantu TNI," imbuhnya.
Menjawab apakah pengamanan tersebut tidak berlebihan, mengingat jumlah polisi dua kali lipat dibanding jumlah undangan yang hadir, Hariadi menepis hal itu.
"Tidak lah, kami tetap mengerahkan kekuatan berdasar rencana operasi, itu sudah sesuai rencana kita, sudah cukup," tegasnya lagi.
(rsa)