Kejati Sulsel incar Andi Muallim & anggota dewan

Senin, 26 Agustus 2013 - 18:19 WIB
Kejati Sulsel incar...
Kejati Sulsel incar Andi Muallim & anggota dewan
A A A
Sindonews.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel memastikan proses penyelidikan kasus bansos 2008 masih tetap berjalan. Setelah status hukum Anwar Beddu dinyatakan inkracht atau memiliki kekuatan hukum tetap, tim penyidik bidang pidana khusus Kejati Sulsel terus mendalami peran Sekretaris Provinsi Andi Muallim dan legislator DPRD Makassar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim mengatakan, tim penyidik mendalami peran dari pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut, termasuk Sekretaris Provinsi Andi Muallim.

Diketahui, dalam materi dakwaan terhadap Anwar Beddu, kejaksaan telah mengungkap kalau terjadinya penyelewengan dana bansos, karena perbuatan Anwar Beddu bersama-sama dengan Andi Muallim. "Masih dilakukan pendalaman," ujarnya, kepada wartawan, Senin (26/8/2013).

Nur Alim menegaskan, fakta persidangan yang terungkap terdapat penerima dana bansos dari lingkup legislator dan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah pejabat berwenang dilingkup Pemprov Sulsel.

Dia mengakui, kalau sejumlah nama yang disebut dalam persidangan dan amar putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor dengan dugaan melakukan pelanggaran perannya didalami.

Diketahui, pada materi dakwaan maupun putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar, secara tegas disebutkan kalau perbuatan Anwar Beddu yang melakukan pembayaran dana bansos pada pihak yang tidak tepat dengan nilai mencapai Rp8,86 miliar, dilakukan bersama-sama dengan Sekretaris Provinsi Andi Muallim.

Dalam proses persidangan juga terungkap, sejumlah nama pejabat Pemprov Sulsel yang terlibat serta sejumlah legislator. Merujuk pada langkah Kejati yang mempelajari isi putusan majelis hakim terhadap Anwar Beddu, diketahui kalau sejumlah nama disebut bertanggungjawab pada terjadinya kerugian negara akibat kesalahan bayar dana bansos tersebut.

"Terjadinya penyelewengan keuangan negara tidak mungkin dilakukan sendiri, apalagi dalam kasus bansos ini baik fakta persidangan, terungkap keterlibatan pihak lain," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
35 menit yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
1 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
3 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
13 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
15 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
15 jam yang lalu
Infografis
5 Anggota NATO Terlemah...
5 Anggota NATO Terlemah di 2025, Ada Negara Paling Aman di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved