Pakai Jamkesda & SKTM, Risa lolos ke SMAN favorit

Jum'at, 23 Agustus 2013 - 13:49 WIB
Pakai Jamkesda & SKTM,...
Pakai Jamkesda & SKTM, Risa lolos ke SMAN favorit
A A A
Sindonews.com - Risa Wahyumilah, siswa lulusan SMPN 2 Depok ini mengaku bersyukur bisa diterima di SMAN favorit, yakni SMAN 2, Sukmajaya, Depok. Sebab Risa semula tidak percaya diri lantaran SMAN 2 yang sebelumnya berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) akan memakan biaya mahal.

Ibunda Risa, Romlah warga RT 003/012, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas Depok, mengaku, bersyukur karena tak ada pungutan biaya apapun.

"Alhamdulillah, anak saya bisa bersekolah di SMPN 2 Depok tanpa dipungut biaya sepersenpun. Anak saya memperoleh kesempatan untuk sekolah di sekolah negeri. Saya tak punya biaya untuk menyekolahkan anak saya," ujar Romlah yang memiliki 3 anak ini, Jumat (23/8/2013).

Saat mendaftar ke SMAN 2, ia pun menggunakan kartu Jamkesda dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Romlah mencoba mengikuti program Pemkot Depok yang memberikan kuota untuk siswa miskin bersekolah.

"Saya terus berusaha mencoba agar Risa bisa melanjutkan sekolah, walau banyak yang bilang di SMAN 2 itu mahal, karena sekolah RSBI dan saya tidak akan sanggup membayar biayanya. Saya tidak mengerti apa itu RSBI, yang saya mau, anak saya sekolah di sekolah negeri, akhirnya Risa bersekolah di sana saat ini," katanya.

Romlah mengaku, tidak memiliki pekerjaan dan hanya seorang ibu rumah tangga. Sementara suaminya, bekerja sebagai satpam di Kebon Jeruk, Jakarta.

Pemkot Depok memprioritaskan sekolah negeri untuk menerima siswa tidak mampu tanpa melihat nilai NEM. Masing-masing sekolah diwajibkan memberikan kuota 20 persen.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengklaim, pendidikan dimiliki oleh generasi penerus yang berhak mendapat pengajaran dan pembelajaran tanpa memandang status mampu dan tidak mampu.

Mereka yang kurang mampu, kata dia, harus tetap sekolah dan harus difasilitasi dan diberi pelajaran yang sama.

"Tidak adil bila memperlakukan mereka yang tidak mampu namun memiliki kepintaran atau sebaliknya. Kita harus bantu mereka, baik yang duafa karena ekonomi maupun, duafa karena jaringan atau kapasitas, karena mereka semua adalah tanggung jawab kita, tidak ada alasan apapun bagi mereka untuk tidak sekolah, terbebas dari belenggu kemiskinan dan kemalasan," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
13 menit yang lalu
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
17 menit yang lalu
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
1 jam yang lalu
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
2 jam yang lalu
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved