1.000 mahasiswa Sulsel terjebak di Mesir, ini kata Gubernur

Kamis, 22 Agustus 2013 - 15:20 WIB
1.000 mahasiswa Sulsel...
1.000 mahasiswa Sulsel terjebak di Mesir, ini kata Gubernur
A A A
Sindonews.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo dinilai pasrah, dan menyerahkan sepenuhnya proses evakuasi mahasiswa Sulsel yang masih tertahan di Mesir, kepada Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Mesir.

Sebab, Pemrov Sulsel tidak ingin mencampuri policy (kebijakan) yang sudah diatur oleh pihak kementrian dan kedutaan. Meski demikian, dia menjamin keberadaan mahasiwa Sulsel di Kairo, mendapat perhatian serius dari Kemenlu, karena jumlahnya yang cukup besar.

“Saya tidak berani untuk memberikan pernyataan apa-apa, karena semua dalam kendali kementerian luar negeri dan duta besar di sana,” ujar Syahrul, di Hotel Clarion, Kamis (22/8/2013).

Gubernur dua periode ini memaparkan, dirinya terus melakukan pemantauan kondisi terkini, dari para mahasiswa tersebut. Komunikasi juga terus dilakukan. Saat ini, ratusan mahasiswa Sulsel dan keluarganya masih dalam kondisi aman.

Tidak hanya itu, kondisi ketersediaan makanan juga cukup, untuk memenuhi kebutuhan satu minggu. Karena itu, dia mengimbau agar keluarga mahasiswa yang ada di Sulsel, jangan terlalu resah. Mahasiwa disanapun telah diminta jangan meninggalkan rumah jika tidak mendesak.

“Saya terus memantau. Komunikasi kita dengan mereka sangat bagus. Kami sms-an. Kontak terakhir dengan mahasiswa di sana, dua hari lalu. Semua aman, tidurnya aman, makanannya aman. Tadinya saya khawatir mereka secepatnya harus dievakuasi,” katanya.

Seperti diketahui, mahasiswa asal Sulsel di Mesir, sudah meminta untuk segera dievakuasi. Hanya saja, belum mendapat respon positif dari pemerintah. Pihak kedutaan hanya melakukan pendataan, tanpa menentukan kapan evakuasi dilaksanakan.

Kebijakan ini menuai kritikan dari mahasiswa. Seorang mahasiswa Universitas Al azhar Kairo asal Kabupaten Soppeng Aris Amir mengatakan, harusnya pemerintah memahami kondisi psikologis mahasiswa. Hal itu menyusul kian gentingnya situasi politik di negeri itu.

Sementara itu, pengurus alumni mahasiswa Timur Tengah Iqbal Djalil mengatakan, masalah evakuasi memang berada di bawah tanggung jawab Kemnlu dan kedutaan besar. Hanya saja, pemprov selayaknya mendesak kedua institusi ini mengingat kondisi Mesir semakin rawan.

“Pak Gubernur harus mencari informasi lebih detail lagi tentang kondisi teman-teman di Kairo. Kita harus prihatin dan peduli. Apalagi jumlah mahasiswa dan keluarganya di sana mencapai 1.000 orang,” terangnya.
(san)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
6 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved