Sindikat pembobol ATM modus call center dibekuk

Kamis, 15 Agustus 2013 - 19:45 WIB
Sindikat pembobol ATM...
Sindikat pembobol ATM modus call center dibekuk
A A A
Sindonews.com - Komplotan pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bermodus menempel call center palsu, dibekuk petugas gabungan Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, dan Unit Reserse Kriminal Polsek Pedurungan.

Komplotan ini terdiri dari tiga orang. Mereka memiliki peran berbeda satu dengan yang lain. Pelaku pertama berperan mengganjal dengan batang korek api, kedua menempel stiker call center palsu, dan pelaku ketiga menguras uang korban.

Mereka terdiri dari Andi Kurniawan (31), warga Jalan Kemijen, RT1/RW2, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Joko Santoso (21), warga Jalan Gergaji Balekambang, Kecamatan Semarang Selatan, dan Wahyu Putro (32), warga Jalan Meliwis RT1/RW1, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.

Tersangka Andi adalah otak sindikat itu. Andi yang merupakan residivis kasus pengeroyokan ini, mengaku belajar cara membobol ATM itu dari seorang temannya di Jakarta.

Dalam aksinya, tersangka Andi berperan mengganjal kartu ATM dengan batang korek dan menerima keluhan korbannya, sekaligus memandu agar korban bisa menyerahkan nomor identifikasi pribadi atau PIN ATM sebelum menguras saldonya.

Tersangka Andi mengakui, nomor telepon yang tertera di call center palsu itu adalah nomor telepon miliknya. Sedang Joko berperan sebagai penempel call center palsu, sekaligus membujuk calon korbannya agar menghubungi nomor telepon itu, ketika kartu ATM tertelan.

Sementara Wahyu, berperan sebagai driver bank palsu. Aksi sindikat ini menggunakan mobil rental Daihatsu Xenia nomor polisi H 9326 CA.

“Mesin ATM diganjal lidi batang korek api. Ini akan membuat mesin ATM macet. Nanti mengambil kartunya menggunakan gergaji kecil. Aksi ini sudah dari 1,5 bulan lalu,” kata Andi saat gelar perkara, di Mapolrestabes Semarang, Kamis (15/8/2013).

Bersama komplotannya, Andi mengaku sudah beraksi ditujuh mesin ATM di Kota Semarang. Semuanya BRI, di antaranya Jalan Simongan, daerah Kedungmundu, daerah Sampangan hingga di depan apotek di wilayah Pedurungan.

“Tidak semuanya berhasil. Dapat hasil terbesar itu Rp6,5 juta dan terkecil Rp750 ribu, biasanya kami bagi. Uangnya saya buat kebutuhan sehari–hari,” tambah bapak tiga anak ini.

Sementara tersangka Wahyu yang mengaku mendapat bagian Rp550 ribu sekali beraksi. “Saya memang sehari–hari menjadi sopir,” akunya.

Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Elan Subilan mengatakan, para tersangka ditangkap pada Rabu 7 Agustus 2013. Penangkapan bermula ketika pihaknya menerima laporan masyarakat, dan keluhan dari pihak perbankan yang mengaku mesin ATM mereka kebobolan.

"Maka dari itu, kami imbau bagi pihak perusahaan yang hendak membangun mesin ATM di wilayah mana pun agar selalu melengkapinya dengan CCTV untuk meminimalisir kasus serupa,” terangnya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti gergaji besi, 12 stiker call center palsu aneka bank, handphone Nokia, dompet warna cokelat, satu ATM BRI, tiga lidi korek api, dan mobil rental yang digunakan untuk beraksi.

Hingga kini, para tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Pedurungan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. Para tersangka diancam pasal berlapis 362 juncto 53 dan 378 KUHP.
(san)
Berita Terkait
Ini Tampang 3 Perampok...
Ini Tampang 3 Perampok Bersenpi di Cilacap saat Dihadirkan di Polda Jateng
Begini Tampang Perampok...
Begini Tampang Perampok Toko Gadai di Jagakarsa yang Apes Dikepung Warga
Polisi Bekuk Komplotan...
Polisi Bekuk Komplotan Perampok Toko Emas Bersenjata Api di Blora
Perampok Gasak Gerai...
Perampok Gasak Gerai Piaget Paris, Perhiasan Ratusan Miliar Raib
Polisi Gelar Reka Ulang...
Polisi Gelar Reka Ulang Aksi Perampokan Setengah Miliar di Semarang
Peluru Serse Polsek...
Peluru Serse Polsek Belawan Jebol Kaki Perampok Eks Mantan Napi Asimilasi
Berita Terkini
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
19 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
36 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
54 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved