Kulonprogo akan miliki 400 Ha sawah baru

Rabu, 14 Agustus 2013 - 13:48 WIB
Kulonprogo akan miliki...
Kulonprogo akan miliki 400 Ha sawah baru
A A A
Sindonews.com - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo siap mencetak sawah baru seluas 400 hektare dalam waktu dekat. Langkah ini ditempuh menyusul rencana pembangunan Bandara Internasional di wilayah Temon.

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tribudi, mengatakan bandara internasional memang tidak akan dibangun di atas lahan sawah. Namun demikian areal persawahan di sekitarnya akan terkena dampak akibat multiplier efek bandara.

“Setelah bandara selesai dibangun, otomatis di sekitarnya akan muncul berbagai usaha. Usaha akibat efek bandara itulah yang kami perkirakan akan menempati persawahan. Karena itu kami siapkan antisipasinya agar luas sawah tidak turun drastis dan produktivitas terjaga,” kata Bambang, Rabu (14/8/2013).

Menurut dia, ada dua cara yang dapat ditempuh untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi petrtanian. Yakni dengan perluasan lahan atau mencetak sawah baru, kemudian dengan intensifikasi tehnik usaha pertanian. “Untuk intensifikasi, kita tingkatkan penerapan tehnologi pertanian yang semakin ketat,” terangnya.

Sedangkan untuk mencetak sawah, pihaknya bersinergi dengan instansi terkait. Apalagi, pencetakan sawah baru di Kulonprogo masih memungkinkan. Dengan catatan sistem penggunaan sumber daya air dapat dioptimalkan.

Dia menjelaskan, ada beberapa lokasi incaran untuk mencetak sawah baru. Antara lain di Kecamatan Nanggulan, Sentolo dan Pengasih. Dari tiga kecamatan itu, Bambang memperkirakan dapat mencetak 350-400 hektare sawah baru.

Dia mencontohkan, optimalisasi Bendung Tawang Banyuroto, Nanggulan diyakini masih dapat digunakan untuk membuka sawah baru seluas 200 ha. Untuk daerah sekitar Pahingan, Sendangsari, Pengasih dapat memperluas 30- 40 ha ditambah lagi lahan lainnya di Margosari Pengasih, dan Banguncipto serta Kaliagung di Sentolo.
(rsa)
Berita Terkait
Pengembangan Korporasi...
Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Mulai Sekarang, Jangan...
Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi
Pendapatan Petani di...
Pendapatan Petani di Jepang dengan Petani di Indonesia, Antara Bumi dan Langit
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
BRI Insurance dan PNM...
BRI Insurance dan PNM Tanam 7.000 Mangrove di Makassar
2 jam yang lalu
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
3 jam yang lalu
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
4 jam yang lalu
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
5 jam yang lalu
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
5 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved