Kasus penganiayaan 6 anggota Raider mandek

Rabu, 14 Agustus 2013 - 00:56 WIB
Kasus penganiayaan 6...
Kasus penganiayaan 6 anggota Raider mandek
A A A
Sindonews.com - Pengadilan Militer II–10 Semarang, hingga kini belum menerima berkas perkara kasus dugaan penganiayaan berat yang berujung tewasnya seorang warga sipil, Ridho Hehanusa (34) oleh enam oknum anggota Batalyon Infanteri 400/Raider Kodam IV/Diponegoro sebagai tersangka.

Kepala Tata Urusan Dalam Pengadilan Militer II–10 Letnan I Bety Novita mengatakan, pihaknya belum menerima pelimpahan berkas perkara dari Oditurat Militer II–10.

“Kami sampai saat ini masih belum menerima berkas perkara dari Oditur Militer,” kata Bety, saat ditemui di kantornya, Jalan Kertanegara VI No.8, Kota Semarang, Selasa (13/8/2013).

Untuk itu, pihaknya belum bisa memberikan kepastian kapan persidangan dengan enam tersangka yang salah satu diantaranya perwira itu dilakukan. "Nanti bila berkasnya sudah siap dan jadwal sidang sudah ada akan kami informasikan, sidang ini sifatnya terbuka," tambahnya.

Pihak Oditurat Militer II–10 Semarang sendiri belum bisa dimintai konfirmasi terkait berkas itu. Saat didatangi ke kantornya, di lokasi yang bersebelahan satu kompleks dengan Pengadilan Militer II–10, seorang petugas piket hanya mengatakan, petugas belum semuanya aktif.

“Karena di sini piketnya bergelombang, kalau besok (hari ini) sudah aktif semua. Besok datang lagi ke sini untuk meminta keterangan,” kata salah satu petugas di sana.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Kolonel Arhanudse Ramses L Tobing mengatakan hal senada. "Berkas sudah dilimpahkan, tapi jadwal sidang belum ditentukan,” katanya melalui pesan singkat.

Seperti diberitakan, Ridho Hehanusa yang sebelumnya sempat dibawa oknum TNI itu pada Kamis 30 Mei 2013 dini hari, sudah menjadi mayat sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, jenazah Ridho dikirimkan ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang dengan menggunakan mobil Kesehatan Kodam (Kesdam) RST Bhakti Wira Tamtama. Mobil itu dikawal ketat petugas Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang.

Kasus yang melibatkan satu perwira, yakni Lettu (Letnan Satu) E ini disebabkan karena sebuah kesalahpahaman. Insiden bermula saat korban dan kelima temannya hendak masuk ke Liquid Cafe pada Rabu 29 Mei 2013 malam.

Namun, mereka tidak mau membeli tiket, sehingga tidak diperbolehkan masuk oleh sekuriti. Penolakan tersebut membuat korban dan teman-temannya emosi lalu membuat keributan dengan berteriak-teriak.

Setelah mereka pergi, kemudian dicegat dan terlibat pertikaian dengan beberapa orang yang diduga oknum TNI. Saat itu, Ridho dan Feri sudah tidak ada hingga beberapa jam kemudian, pada Kamis dini hari bertemu di E-Plaza Simpang Lima Semarang.

Di sana lah, Ridho lantas dibawa oleh dua orang yang diduga oknum TNI dan dibawa pergi menggunakan mobil. Pihak TNI meminta maaf atas kejadian tersebut, hal ini ditunjukkan dengan mengirimkan karangan bunga serta beberapa petingginya ikut melayat serta menanggung semua biaya perawatan jenazah termasuk memberi santunan.
(san)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
19 menit yang lalu
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
1 jam yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
7 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
9 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
10 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
10 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved