Kriminolog: Banyak yang tak senang dengan Polisi
Rabu, 07 Agustus 2013 - 12:17 WIB
Kriminolog: Banyak yang tak senang dengan Polisi
A
A
A
Sindonews.com - Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Muhammad Mustafa mengungkapkan, polisi yang mulai bersikap tegas dalam memberantas kejahatan dan terorisme membuat beberapa pihak tidak senang. Akhirnya terjadi aksi balas dendam yang dilakukan kelompok tertentu.
"Polisi itu merupakan profesi dengan resiko tinggi. Apalagi di Indonesia, polisi banyak mengungkap jaringan teroris dan menangkap pelaku, serta menggagalkan pengeboman, polisi dinilai kelompok yang tak senang ini sudah menghalang - halangi aksi mereka," katanya kepada wartawan, Rabu (7/8/2013).
Selain teroris, kata Mustafa, lawan polisi adalah pelaku kejahatan seperti perampok yang kerap kali ditembak saat beraksi oleh polisi. Mustafa melanjutkan tak menutup kemungkinan pula polisi yang menjadi korban tersebut memang memiliki masalah individual.
"Bisa jadi ada konflik antar instansi, dan tidak semua polisi dibekali dan boleh bawa senjata, hanya yang berada di lapangan bersifat operasional saja, kalau yang berada di bidang pelayanan tidak, sehingga kewaspadaan sebagai seorang anggota polisi pasti resikonya ada," tegasnya.
"Polisi itu merupakan profesi dengan resiko tinggi. Apalagi di Indonesia, polisi banyak mengungkap jaringan teroris dan menangkap pelaku, serta menggagalkan pengeboman, polisi dinilai kelompok yang tak senang ini sudah menghalang - halangi aksi mereka," katanya kepada wartawan, Rabu (7/8/2013).
Selain teroris, kata Mustafa, lawan polisi adalah pelaku kejahatan seperti perampok yang kerap kali ditembak saat beraksi oleh polisi. Mustafa melanjutkan tak menutup kemungkinan pula polisi yang menjadi korban tersebut memang memiliki masalah individual.
"Bisa jadi ada konflik antar instansi, dan tidak semua polisi dibekali dan boleh bawa senjata, hanya yang berada di lapangan bersifat operasional saja, kalau yang berada di bidang pelayanan tidak, sehingga kewaspadaan sebagai seorang anggota polisi pasti resikonya ada," tegasnya.
(ysw)