Gus Ipul sambut baik kemenangan Khofifah di DKPP
Rabu, 31 Juli 2013 - 20:26 WIB
Gus Ipul sambut baik kemenangan Khofifah di DKPP
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyambut baik atas keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang mengabulkan gugatan pasangan Khofifah-Herman (Berkah).
Bahkan, Calon Wakil Gubernur incumbent yang akrab dipanggil Gus Ipul ini juga meminta kepada KPU pusat untuk segera menindaklanjuti atas keputusan tersebut.
"Yang jelas keputusan ini kita sambut baik. Dan berharap segara ditindaklanjuti oleh KPU Pusat," kata Gus Ipul usai buka puasa bersama di Surabaya, Rabu (31/7/2013).
Kata Gus Ipul, dengan adanya keputusan dari KPU Pusat itu tentunya semakin memperlancar proses Pemilukada Jawa Timur. "Kalau soal sikap itu. Tapi untuk soal pemikiran tentu kami memiliki pendapat yang berbeda," katanya.
Menurut mantan Ketua Umum GP Ansor, proses yang terjadi selama ini adalah pengadilan politik. Tentunya, yang terjadi adalah pengadilan yang bernuasa politik.
"Soal pemikiran kita berbeda. Tapi Kami tentu menghormati hasil persidangan itu keputusan yang harus dihormati. Kita melihat ini adalah pengadilan politik atau pengadilan yang bernuansa politik," katanya.
Menurutnya, proses yang terjadi saat ini adalah hal yang biasa dan wajar. Sebab, sudah ada ketentuan hukum yang berlaku bahwa siapapun yang tidak puas bisa menempuh jalur-jalur yang ada. Termasuk apa yang dilakukan oleh pasangan Berkah ini.
Selain itu, mekanismenya sudah diatur oleh Undang-undang yang berlaku. Pada priode sebelumnya, proses-proses hukum kepada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilukada juga berlanjut di Pengadilan. Dan KarSa tetap mengikuti proses-proses itu hingga ada keputusan dari Pengadilan.
"Kami melewati masa seperti ini kan sudah biasa. Tahun lalu kita juga mengalami proses-proses seperti ini. Yang perlu saya sampaikan ini adalah proses yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu kita sambut baik keputusan itu meskpun kita berbeda pendapat," ujar Ketua PBNU ini.
Gus Ipul juga menepis anggapan ada penjegalan yang dilakukan oleh pasangan lain hingga Pasangan Berkah tidak lolos di Pilgub Jatim. Menurutnya, polemik yang terjadi di DKPP adalah murnai ranah dari parpol pendukung.
Yakni ada parpol pendukung yang berpindah-pindah dukungan hingga membuat perdebatan terkait sah dan tidaknya dukungan tersebut sampai saat ini. Kondisi itu juga terjadi di KPU Jatim.
"Tidak ada penjegalan. Itu murni ranah partai tidak ada sangkut pautnya dengan calon. Dan sampai saat ini dukungan parpol itulah yang masih menjadi debatable," tukasnya.
Bahkan, Calon Wakil Gubernur incumbent yang akrab dipanggil Gus Ipul ini juga meminta kepada KPU pusat untuk segera menindaklanjuti atas keputusan tersebut.
"Yang jelas keputusan ini kita sambut baik. Dan berharap segara ditindaklanjuti oleh KPU Pusat," kata Gus Ipul usai buka puasa bersama di Surabaya, Rabu (31/7/2013).
Kata Gus Ipul, dengan adanya keputusan dari KPU Pusat itu tentunya semakin memperlancar proses Pemilukada Jawa Timur. "Kalau soal sikap itu. Tapi untuk soal pemikiran tentu kami memiliki pendapat yang berbeda," katanya.
Menurut mantan Ketua Umum GP Ansor, proses yang terjadi selama ini adalah pengadilan politik. Tentunya, yang terjadi adalah pengadilan yang bernuasa politik.
"Soal pemikiran kita berbeda. Tapi Kami tentu menghormati hasil persidangan itu keputusan yang harus dihormati. Kita melihat ini adalah pengadilan politik atau pengadilan yang bernuansa politik," katanya.
Menurutnya, proses yang terjadi saat ini adalah hal yang biasa dan wajar. Sebab, sudah ada ketentuan hukum yang berlaku bahwa siapapun yang tidak puas bisa menempuh jalur-jalur yang ada. Termasuk apa yang dilakukan oleh pasangan Berkah ini.
Selain itu, mekanismenya sudah diatur oleh Undang-undang yang berlaku. Pada priode sebelumnya, proses-proses hukum kepada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilukada juga berlanjut di Pengadilan. Dan KarSa tetap mengikuti proses-proses itu hingga ada keputusan dari Pengadilan.
"Kami melewati masa seperti ini kan sudah biasa. Tahun lalu kita juga mengalami proses-proses seperti ini. Yang perlu saya sampaikan ini adalah proses yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu kita sambut baik keputusan itu meskpun kita berbeda pendapat," ujar Ketua PBNU ini.
Gus Ipul juga menepis anggapan ada penjegalan yang dilakukan oleh pasangan lain hingga Pasangan Berkah tidak lolos di Pilgub Jatim. Menurutnya, polemik yang terjadi di DKPP adalah murnai ranah dari parpol pendukung.
Yakni ada parpol pendukung yang berpindah-pindah dukungan hingga membuat perdebatan terkait sah dan tidaknya dukungan tersebut sampai saat ini. Kondisi itu juga terjadi di KPU Jatim.
"Tidak ada penjegalan. Itu murni ranah partai tidak ada sangkut pautnya dengan calon. Dan sampai saat ini dukungan parpol itulah yang masih menjadi debatable," tukasnya.
(hyk)