Evaluasi Qanun bendera Aceh masih buntu

Rabu, 31 Juli 2013 - 20:08 WIB
Evaluasi Qanun bendera...
Evaluasi Qanun bendera Aceh masih buntu
A A A
Sindonews.com - Evaluasi Qanun atau Peraturan Daerah (Perda) bendera Aceh yang menyerupai lambang separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) masih belum menemukan titik terang.

Pasalnya, dari hasil pertemuan antara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dengan pemerintah Provinsi Aceh yang digelar hari ini, hanya menyepakati perpanjangan masa cooling down terhadap persoalan tersebut.

Masa cooling down itu dimulai sejak 15 Agustus 2013 atau setelah berakhir masa cooling down kedua pada 14 Agustus 2013 nanti. Masa cooling down ketiga kalinya itu, berlangsung hingga 15 Oktober 2013 nanti.

“Penambahan waktu kembali dilakukan karena pemerintah pusat dan Pemprov Aceh masih belum menemukan titik temu soal bendera Aceh,” ujar Gubernur Aceh, Abdullah Zaini usai menghadiri pertemuan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2013).

Akan tetapi, dia tidak menjelaskan hal-hal apa saja yang menjadi kendala dalam persoalan ini. Sehingga evaluasi belum juga menghasilkan kesepakatan bersama.

Zaini hanya menjelaskan jika di perpanjangan masa tenang, pembahasan lebih dikonsentrasikan pada berbagai persoalan Aceh lain dan bukan terkait pembahasan masalah bendera Aceh.

Salah satunya mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah Minyak Bumi dan Gas (RPP Migas) Aceh. Langkah ini dilakukan karena sampai saat ini pemerintah pusat juga belum menyelesaikan pembahasan atas RPP dimaksud.

“Jadi pembahasan lanjutan mengenai bendera Aceh kemungkinan besar akan dibahas belakangan,” katanya.

Pemprov Aceh, ujar dia, mengimbau masyarakat Aceh agar dapat menjaga suasana. "Jangan sampai ada kegiatan-kegiatan yang dapat merusak kesepakatan yang telah diambil bersama-sama,"tuturnya.
(kri)
Berita Terkait
Kombatan GAM yang Pernah...
Kombatan GAM yang Pernah Dididik di Libya Gelar Silaturahmi, Polisi Siaga Satu
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik TNI Turun Tangani Aksi Demo di Aceh Utara
Profil Ishak Daud, Panglima...
Profil Ishak Daud, Panglima GAM yang Disegani pada Zamannya
ST Burhanuddin Pernah...
ST Burhanuddin Pernah Diancam GAM hingga Dibilang Mirip Suami Inul
TNI Sayangkan Narasi...
TNI Sayangkan Narasi Represif soal Larangan Pengibaran Bendera GAM di Aceh: Tak Sesuai Fakta di Lapangan
Profil Danrem 011 Kolonel...
Profil Danrem 011 Kolonel Ali Imran, Perwira Kopassus yang Viral Bubarkan Konvoi Berbendera GAM
Berita Terkini
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
9 menit yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
1 jam yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
1 jam yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
1 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
2 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved