DPRD Maros pertanyakan pungutan PDAM

Kamis, 01 Agustus 2013 - 01:55 WIB
DPRD Maros pertanyakan...
DPRD Maros pertanyakan pungutan PDAM
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi II DPRD Maros Akbar Endra mempertanyakan rencana pungutan PDAM ke masyarakat sebesar Rp700 ribu untuk biaya sambungan rumah. Padahal, pemasangan pipa PDAM ke rumah warga menggunakan dana hibah.

Hal ini terungkap dalam ekspose PDAM tentang bantuan program air bersih dari Australia Aid. Dalam ekspose tersebut terungkap, Ausaid adalah sebuah lembaga donor di Australia yang memberikan dana hibah Maros untuk program air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp5 miliar.

Sementara saat ekspose, PDAM berencana memungut Rp700 ribu per Kepala keluarga (KK). Menurut Akbar, karena ini bantuan hibah maka seharusnya gratis.

"Untuk pemasangan jaringan ke masyarakat tarif resminya Rp1,2 juta, sementara untuk MBR Ausaid menyiapkan dana Rp2 juta, karena ada hibah. Makanya, kami pertanyakan pungutan Rp700 ribu yang dilakukan PDAM untuk setiap SR yang masuk program MBR," jelas Akbar, kepada wartawan, Rabu (31/7/2013).

Akbar meminta, PDAM menghentikan rencana pungutan ke warga. Karena jika terjadi pungutan, maka bukan lagi hibah, tapi berbentuk investasi.

Ditemui terpisah, Direktur Utama PDAM Maros Abd Baddar beralasan, bantuan Rp2 juta itu hanya diperuntukkan untuk pembangunan sistem penyediaan air minum perpipaan, dan tidak dimaksudkan sebagai penggantian atas biaya pemasangan sambungan rumah.

"Jadi Rp700 ribu itu merupakan biaya pengadaan alat-alat aksesoris pemasangan sambungan rumah seperti meteran air, kran dan lainnya. Bahkan Rp700 ribu itu tidak termasuk di dalamnya upah kerja pemasangan, perencanaan dan pendaftaran. Jadi bukan pungutan liar," paparnya.

Dia menuturkan, Nilai Rp700 ribu itupun tidak dibayar sekaligus. Namun, dicicil selama 10 kali atau Rp70 ribu per bulan. Abd Baddar menjelaskan, bantuan dana hibah dari Ausaid sebesar Rp5 miliar ini terbagi atas dua tahap.

Tahap pertama sebesar Rp2 Miliar untuk pembangunan satu sampai 1.000 sambungan rumah. Kemudian tahap kedua untuk pembangunan lebih dari 1.000 SR.

Beberapa wilayah yang menerima bantuan ini, adalah Bantimurung, Turikale, Simbang, Mandai dan Tanralili. Salah satu syarat penerima bantuan ini, adalah kapasitas listrik di rumah tersebut di bawah 900 watt.
(san)
Berita Terkait
Atasi Krisis Air Bersih,...
Atasi Krisis Air Bersih, Panglima Kodam Udayana Lakukan Ini
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Bangunan Bertingkat Sedot Air Tanah
Warga Bandengan Sudah...
Warga Bandengan Sudah 3 Bulan Sulit Dapat Air Bersih, Mandi Susah Cucian Menumpuk
Pipa HDPE ALVApipe Dukung...
Pipa HDPE ALVApipe Dukung Penyaluran Air Bersih di Indonesia
Jaga Kebersihan Air,...
Jaga Kebersihan Air, UV Sterilization Teknologi Pembunuh Bakteri
Masyarakat Dinilai Harus...
Masyarakat Dinilai Harus Diberikan Kemudahan Akses Air Bersih
Berita Terkini
PSEL Bali Dinilai Strategis...
PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi
1 jam yang lalu
Awan Panas Guguran Meluncur...
Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer dari Puncak Merapi Pagi Ini
1 jam yang lalu
Sekolah Alam Arus Kualan...
Sekolah Alam Arus Kualan Kalbar Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Bergantung Fasilitas
2 jam yang lalu
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
4 jam yang lalu
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
11 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
13 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved