Tiga mayat korban Muhyaro ditemukan bertumpuk

Minggu, 28 Juli 2013 - 10:00 WIB
Tiga mayat korban Muhyaro...
Tiga mayat korban Muhyaro ditemukan bertumpuk
A A A
Sindonews.com - Tim Gabungan Polres Kabupaten Magelang dan Polda Jawa Tengah berhasil menemukan tiga mayat yang diduga dibunuh oleh Muhyaro, tersangka kasus dugaan penggandaan uang.

Ketiga mayat tersebut ditemukan terkubur di sebuah tegalan dekat rumah Muhyaro, di Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Sabtu (27/7).

Ketiga mayat yang ditemukan, satu diantaranya diduga adalah Yolanda Irfan, salah seorang anak Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Barda Nawawi. Sedangkan dua mayat lainnya, hingga saat ini belum diketahui identitasnya secara pasti.

Proses pencarian di hari ke dua pasca tewasnya AKP Yahya R Lihu ini, petugas mulai melakukan penggalian di samping rumah Muhyaroh. Namun, petugas tidak berhasil menemukan mayat korban. Selanjutnya, sekira pukul 13.30 WIB petugas kembali melakukan pencarian di tegalan yang ditanami sayur loncang milik Muhyaro.

Di tegalan yang berjarak sekira satu kilometer dari belakang rumah tersangka tersebut, ditemukan sebuah gundukan yang dicurigai sebagi tempat penguburan korban. Petugas kemudian menggali sekira 50 sentimeter dan berhasil menemukan batok kepala terbungkusa kain sarung.

Ciri-ciri korban memiliki rambut agak panjang. Setelah dilakukan penggalian lebih lanjut, didapati mayat lain dalam kondisi ditumpuk berlawanan.

“Setelah dilakukan penggalian, tiba-tiba ada aroma busuk. Kondisi mayat sudah membusuk dan posisinya tengkurap,” ujar Kapolres Kabupaten Magelang, AKBP Murbani Budi Pitono, di sela pencarian.

Tak jauh dari lokasi penemuan kedua mayat tersebut, petugas juga kembali menemukan satu mayat yang masih dalam kondisi baru. Mayat tersebut ditutupi daun pisang dalam timbunan tanah. Mayat yang ditemukan kali ini, diduga kuat adalah Yolanda Irfan.

Kepastian mayat Yolanda itu dipastikan oleh Rizal, adik korban yang ikut terlibat dalam pencarian saat itu. ciri-ciri menggunakan kaos warna hijau dan jaket biru. Selain itu, tangan korban terlibat dimasukkan ke dalam baju dan kepalanya ditutup tiga lapis kain putih dan plastik.

“Dari keterangan adiknya, ciri-ciri pakaian yang dibawa korban, dia adalah Yolanda,” lanjut kapolres.

Menurutnya, ketiga mayat tersebut dikubur sepanjang lima meter. Untuk menandai, tersangka memasang patok kayu dan pohon pisang.

Ketiga mayat tersebut baru dievakuasi ke mobil jenazah sekitar pukul 17.00 sore. Saat itu di wilayah tersebut sudah hampir tertutup kabut membuat proses evakuasi terhambat. Belum lagi medan pegunungan yang terjal.

“Ketiganya segera dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi lebih lanjut,” tandasnya.

Kepala Desa Ngemplak, Asnawi menuturkan, tersangka dikenal warga sebagai petani biasa. Dia juga tidak menyangka jika warganya tersebut tega melakukan pembunuhan sadis.

“Kesehariannya wajar-wajar saja seperti petani yang lain. Tidak, tidak dikenal sebagai dukun,” katanya.

Asnawi juga mengaku tidak terlalu memahami secara detil kehidupan Muhyaro. Namun, beberapa kali dia mengetahui ada yang bertamu ke rumah Muhyaro pada malam hari.

“Kalau siang jarang ada tamu,” tukasnya.
(rsa)
Berita Terkait
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Pencari Brondolan Sawit...
Pencari Brondolan Sawit Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam
Kronologis Polisi Tewas...
Kronologis Polisi Tewas Dibacok saat Hendak Selesaikan Perselisihan Warga di Bengkulu
Diduga Depresi, Polisi...
Diduga Depresi, Polisi Tewas Bunuh Diri di Jakpus
Hendak Selesaikan Perselisihan...
Hendak Selesaikan Perselisihan Warga, Polisi di Bengkulu Tewas Dibacok 3 Orang
Polisi Tembak Polisi...
Polisi Tembak Polisi di Lampung Tengah, Akibatkan 1 Tewas
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
3 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
4 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
6 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
7 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
7 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Rafael Granada...
Profil Rafael Granada Baay, Putra Tidore yang Sandang Pangkat Bintang Tiga TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved