Perubahan Jawa Barat jadi Pasundan langkah mundur

Jum'at, 26 Juli 2013 - 13:55 WIB
Perubahan Jawa Barat...
Perubahan Jawa Barat jadi Pasundan langkah mundur
A A A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi mengkritisi wacana penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan. Penggantian nama itu dinilainya sebagai langkah mundur. Apalagi, jika nama yang diusulkan berbau etnis tertentu.

"Jika (nama) provinsi diubah dengan etnis tertentu, itu justru sebuah langkah mundur dari esensi penghargaan terhadap perbedaan," kata Muradi, saat dihubungi, Jumat (26/7/2013).

Yang dikhawatirkan, penggantian nama dengan menonjolkan satu etnis tertentu, akan memunculkan hegemoni mayoritas suku tertentu. Padahal, di Jawa Barat ada tiga etnis besar, yaitu Sunda Priangan, Cirebonan, dan etnis sub urban yang merupakan perpaduan beberapa etnis.

Muradi mengatakan, wacana penggantian nama itu jusru dikhawatirkan mengundang antipati dari masyarakat. Bahkan, dia khawatir jika nama Jawa Barat diganti, akan ada daerah yang ingin memisahkan diri dari Jawa Barat. Dia pun mempertanyakan esensi dari usulan tersebut. "Esensinya dari penggantian nama itu apa?" cetusnya.

Muradi menyatakan, penggantian nama itu akan sia-sia dan tidak ada manfaat yang bisa dirasakan. Jika ingin membuat masyarakat Jawa Barat tampil ke level nasional, bukan berarti harus ditempuh dengan penggantian nama provinsi.

Salah satu yang perlu dilakukan untuk menunjang hal itu, adalah dengan mengedepankan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat. "Dengan cara seperti itu, cakrawala masyarakat akan terbuka dan tercerahkan. Tapi jika mengepankan isu primordialisme, cakrawalanya akan tertutup dan menjadi langkah mundur," pungkasnya.

Usulan penggantian nama itu diserahkan Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat ke Komisi A DPRD Jawa Barat, Kamis 25 Juli 2013. Alasannya, nama Jawa Barat dinilai sudah tidak relevan.

Jawa Barat dinilai hanya merujuk pada pulau Jawa bagian barat. Kenyataannya, di pulau Jawa bagian barat ada dua provinsi yaitu Banten dan DKI Jakarta.

Selain itu, nama Jawa Barat dinilai tidak mencerminkan ciri khas kedaerahan, Sunda. Akibatnya, warga Jawa Barat kehilangan jati dirinya dan tidak punya kekuatan berarti untuk berperan ditingkat nasional.
(san)
Berita Terkait
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
Pemprov Jawa Barat Antisipasi...
Pemprov Jawa Barat Antisipasi Gelombang Kedua COVID-19
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Pj. Bupati Bandung Barat...
Pj. Bupati Bandung Barat Terima Penghargaan Siddhakarya dari Pemprov Jawa Barat
Hyundai Beri Bantuan...
Hyundai Beri Bantuan untuk Penanggulangan COVID-19 di Jabar
5 Warga Indramayu Terkonfirmasi...
5 Warga Indramayu Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pelacakan Kontak Dilakukan
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
6 menit yang lalu
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
37 menit yang lalu
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
9 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
9 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
10 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved