Purnomo minta pengusaha tak beri parcel ke PNS

Selasa, 23 Juli 2013 - 13:22 WIB
Purnomo minta pengusaha...
Purnomo minta pengusaha tak beri parcel ke PNS
A A A
Sindonews.com - Menjelang Lebaran, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, terlihat sangat sibuk. Kesibukan yang dia rasakan itu, tidak hanya melayani seluruh masyarakat Kota Solo yang jumlahnya ratusan ribu.

Akan tetapi, orang nomor dua di Kota Bengawan, ini sibuk menghubungi rekan bisnis dan koleganya, baik yang ada di Kota Solo, maupun luar Kota Solo. Kesibukan yang dialami oleh pria yang akrab disapa Purnomo, itu bukan tanpa alasan.

Dia mengaku sibuk menghubungi rekan-rekan dan koleganya, untuk tidak memberikan parcel kepada dirinya jelang Lebaran tiba. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, dia selalu mendapatkan parcel dengan jumlah yang tidak sedikit.

Maklum, Wakil Wali Kota Solo itu dulunya memang wiraswasta sukses yang banyak kolega, sehingga sangat memungkinkan jika dirinya mendapatkan parcel dengan jumlah banyak.

Selain itu, jiwa kemanusiaan yang sangat tinggi dari AD 2 tersebut juga membuat dirinya dihargai oleh banyak kalangan yang membuat parcel selalu hinggap di rumahnya bersamaan dengan ucapan selamat Lebaran.

"Biasanya dari teman-teman saya dan ada juga dari teman-teman istri saya. Parcelnya juga tidak seberapa banyak kok," ucap Purnomo, ketika ditemui wartawan, di kantornya, Selasa (23/7/2013).

Akan tetapi, ditahun pertamanya menjadi Wakil Wali Kota, parcel tersebut akan dia tolak dan akan dikembalikan kepada pemiliknya. Hal yang dia lakukan itu, bukan tanpa alasan, melainkan penolakan parcel itu, menuruti aturan pemerintah yang melarang setiap PNS ataupun pejabat publik menerima gratifikasi atau parcel.

Dalan aturan itu disebutkan, jika ada yang menerima pemberian itu, maka akan termasuk dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Daripada jadi masalah mendingan saya tidak menerima. Kemarin, waktu ada pertemuan dengan kolega dan rekan-rekan sudah saya bicarakan juga masalah itu dan mereka mau mengerti," sambungnya.

Meskipun dilarang menerima parcel, pihaknya dan keluarganya justru akan mengeluarkan parcel Lebaran. Parcel itu, nantinya bakal diberikan kepada orang-orang miskin dan kaum dhuafa, agar mereka bisa menikmati Lebaran seperti masyarakat lainnya.

Menurutnya, paket Lebaran yang bakal dia berikan itu diambilkan melalui dana pribadi, bukan dari anggaran Pemerintah Kota Solo.

"Alhamdulillah sudah beberapa kali memberikan paket Lebaran kepada kaum dhuafa. Tradisi ini, akan saya teruskan meskipun kini sudah tidak pengusaha lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Boeddi Soeharto menjelaskan, larangan pemberian parcel itu berlaku bagi seluruh PNS yang ada di lingkungan Pemkot Solo. Menurutnya, pemberian parcel itu masuk dalam katagori gratifikasi dengan ancaman hukuman Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
(san)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Lebih dari 3 Dekade,...
Lebih dari 3 Dekade, Lintasarta Andal Beri Solusi ICT bagi Pemerintah Daerah
Berita Terkini
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
58 menit yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
2 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
3 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
3 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
5 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
13 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved