Ini kesimpulan Komnas HAM soal kerusuhan tinju Nabire

Selasa, 23 Juli 2013 - 09:39 WIB
Ini kesimpulan Komnas...
Ini kesimpulan Komnas HAM soal kerusuhan tinju Nabire
A A A
Sindonews.com - Ketua Bidang Pemantauan dan Penyidikan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Komnas HAM, Pigae mengatakan bahwa kerusuhan pada saat pertandingan tinju amatir di Nabire, Papua adalah murni kecelakaan dan tidak terdapat pelanggaran HAM atas kejadian tersebut.

Hal tersebut berdasarkan kesimpulan sementara dari hasil pemantuan dan penyelidikan Komnas HAM, terkait peristiwa kematian 18 warga Nabire saat menonton pertandingan Tinju Bupati Cup.

"Komnas HAM telah melakukan pemantauan dan penyelidikan selama 3 hari dengan mencari data dan fakta melalui olah TKP selama 2 kali, pertemuan dengan bupati dan jajarannya, KONI, Pertina, Panitia Penyelenggara, Kepolisian, Dandim, pihak korban, masyarakat, penonton, wakil rakyat," kata Pigae dalam rilisnya kepada Sindonews, Jakarta, Selasa (23/7/2013).

Setelah melakukan pemantauan dan penyelidikan, Komnas HAM dapat menarik tiga kesimpulan atas kejadian tersebut. "Pertama, Peristiwa GOR Nabire yang menewaskan 18 warga atau penonton adalah merupakan kecelakaan murni karena terdesak di 1 pintu keluar sehingga berjatuhan dan saling menindih sehingga sesak napas," kata Pigae.

Kedua, sampai saat ini, Komnas HAM masih belum menemukan fakta dan bukti bahwa tragedi ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu baik secara sengaja (by commision), maupun pembiaran (by ommision).

"Lalu yang ketiga, tragedi ini terjadi karena adanya ketidaktaatan atau ketidakpatuhan bahkan ketidakjelasan SOP penyelenggaraan Event olahraga baik Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga maupun juga peraturan Asosiasi Olahraga termasuk Pertina."

"Sehingga Menteri Pemuda dan Olahraga lalai dalam mengontrol termasuk kelayakan sarana prasarana olah raga. GOR Nabire sangat tidak layak untuk menyelenggarakan event olah gara apapun karena telah dalam kondisi yg rusak dan memprihatinkan, Menpora juga tidak mampu menjaga keselamatan publik sebagaimana menjaga keselamatan atlet," ungkap Pigae.

Sejauh ini, Komnas HAM telah memastikan keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah. Indikatornya tidak ada reaksi atau protes dari keluarga korban baik saat kejadian ataupun saat upacara penguburan yang berlangsung damai dan tenang dalam suasana duka.

Komnas HAM juga turut serta membantu agar kepastian biaya pengobatan, sumbangan bagi keluarga korban, serta memastikan rekonsiliasi bersama melalui doa bersama yg difasilitasi oleh Pemda Nabire.
(kri)
Berita Terkait
Remaja 15 Tahun Korban...
Remaja 15 Tahun Korban Tawuran di Makassar Terkena Anak Panah di Dada
Rampas Sepeda Motor...
Rampas Sepeda Motor Picu Tawuran Antar 2 Kelompok Pemuda di Medan
Tragis, 37 Warga Pubabu...
Tragis, 37 Warga Pubabu Besipae Diserang Warga Desa Tetangga
Breaking News! Abepura...
Breaking News! Abepura Papua Mencekam 2 Kelompok Warga Bentrok Terdengar Suara Tembakan
Polres Tapanuli Selatan...
Polres Tapanuli Selatan Buru Dalang Bentrok Warga dari Dua Desa
Bentrok Antar Warga...
Bentrok Antar Warga 2 Desa di Tapsel: 3 Orang Luka Tembak Senapan Angin
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
2 jam yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
3 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
4 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
11 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
12 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
14 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved