PKB tolak alihkan dukungan ke pasangan BDH-Said
Senin, 22 Juli 2013 - 19:39 WIB
PKB tolak alihkan dukungan ke pasangan BDH-Said
A
A
A
Sindonews.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan tidak akan mengalihkan dukungan ke pasangan Bambang DH-Said Abdullah (BDH-Said) pada Pilgub Jawa Timur 2013.
PKB dan sejumlah partai non parlemen masih menunggu keputusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya dan DKKP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) terkait gugatan dilakukan pasangan yang diusungnya yakni Khofifah-Herman.
Sekretaris DPW PKB Jatim Thoriqul Haq menyatakan, mayoritas massa PKB adalah warga Nahdliyin. Sementara pasangan yang diusung oleh PDI Perjauangan tidak memiliki akar yang kuat di Nahdlatul Ulama (NU).
"Massa PKB itu mayoritas warga NU. Jadi kalau orang NU disuruh milih orang di luar NU tentu mereka keberatan," kata Thoriq saat dikonfirmasi terkait pengalihan dukungan ke pasangan yang memakai jargon Jatim Jempol itu, Senin (22/7/2013).
Thoriq juga mengatakan, cawagub Said Abdullah memang boleh dibilang NU, namun secara Amaliyah. Artinya, politisi asal Madura ini bukan kader kultural dan struktural yang aktif di kegiatan NU.
Menurutnya, Said Abdullah tidak punya sejarah keberpihakkan dengan NU manapun dengan sejumlah tokoh NU secara masif dan tidak ada komunikasi intens.
Selain itu, prilaku cawagub ini terlalu over confidence untuk bisa mengalahkan pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa).
Terlebih lagi dengan sejumlah pernyataannya di saat pasangan yang diusung oleh PKB dan beberapa parpol non parlemen tidak lolos saat penetapan oleh KPU Jatim. Tentunya cukup menyakitkan bagi PKB.
"Politisi yang punya etika tentu tak ngumbar pernyataan seperti itu," tukas Thoriqul Haq kesal, Senin (22/7/2013).
Meski demikian, PKB Jatim tetap optimis pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah) masih memiliki peluang untuk ikut di Pilgub Jatim 29 Agustus 2013 mendatang. Pasalnya, proses hukum di DKPP dan PTUN Surabaya sedang berjalan.
"Saya masih yakin Khofifah-Herman akan lolos di pemilukada Jatim mendatang," pungkasnya.
PKB dan sejumlah partai non parlemen masih menunggu keputusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya dan DKKP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) terkait gugatan dilakukan pasangan yang diusungnya yakni Khofifah-Herman.
Sekretaris DPW PKB Jatim Thoriqul Haq menyatakan, mayoritas massa PKB adalah warga Nahdliyin. Sementara pasangan yang diusung oleh PDI Perjauangan tidak memiliki akar yang kuat di Nahdlatul Ulama (NU).
"Massa PKB itu mayoritas warga NU. Jadi kalau orang NU disuruh milih orang di luar NU tentu mereka keberatan," kata Thoriq saat dikonfirmasi terkait pengalihan dukungan ke pasangan yang memakai jargon Jatim Jempol itu, Senin (22/7/2013).
Thoriq juga mengatakan, cawagub Said Abdullah memang boleh dibilang NU, namun secara Amaliyah. Artinya, politisi asal Madura ini bukan kader kultural dan struktural yang aktif di kegiatan NU.
Menurutnya, Said Abdullah tidak punya sejarah keberpihakkan dengan NU manapun dengan sejumlah tokoh NU secara masif dan tidak ada komunikasi intens.
Selain itu, prilaku cawagub ini terlalu over confidence untuk bisa mengalahkan pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa).
Terlebih lagi dengan sejumlah pernyataannya di saat pasangan yang diusung oleh PKB dan beberapa parpol non parlemen tidak lolos saat penetapan oleh KPU Jatim. Tentunya cukup menyakitkan bagi PKB.
"Politisi yang punya etika tentu tak ngumbar pernyataan seperti itu," tukas Thoriqul Haq kesal, Senin (22/7/2013).
Meski demikian, PKB Jatim tetap optimis pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah) masih memiliki peluang untuk ikut di Pilgub Jatim 29 Agustus 2013 mendatang. Pasalnya, proses hukum di DKPP dan PTUN Surabaya sedang berjalan.
"Saya masih yakin Khofifah-Herman akan lolos di pemilukada Jatim mendatang," pungkasnya.
(lns)